ASTAGHFIRULLAHALADZIM
Astaghfirullahaladzim ... astaghfirullahaladzim ... astaghfirullahaladzim ... ternyata dulu daku senorak itu ....
SETIAP HARI SELFIE
Dulu daku hampir setiap hari selfie. Tidak cukup sekali, dalam sehari bisa jadi daku selfie berkali-kali, pagi, siang, sore, malam & hampir di setiap kesempatan berbeda daku selalu selfie. Sungguh selfieku lebih banyak dari istighfarku atas dosa-dosa selfieku, sungguh selfieku lebih banyak dari sholawatku untuk Rasulullah, yang dengan ijin Allah kelak akan memberikan syafaatnya untukku akibat dosa-dosa selfieku.
Sekarang pun istighfarku, tahmidku, tasbihku, sholawatku tetap masih tak mampu lebih banyak dari dosa-dosa selfie yang pernah aku lakukan terdahulu, tapi aku berjuang sekuat tenagaku untuk tidak melanjutkan dosa-dosaku, daku berusaha menyelamatkan bapakku dari dayyuts, walaupun mungkin beliau tak tahu arti dayyuts, dengan meninggalkan kebiasaan selfieku ....
SETIAP WAKTU BERNYANYI
Dulu daku setiap waktu bernyanyi. Wallahi hijrah terberatku bukan menutup aurat, tapi berhenti bernyanyi ! Subhanallah ...
Sejak kecil ikut lomba nyanyi, juara nyanyi sana-sini, ngamen, ngeBand, sana-sini, hingga eyang putri berkomentar, "Seburuk-buruknya suara di dunia adalah suara keledai. Dan suara perempuan bernyanyi adalah seperti suara keledai..."
Subhanallah ... hadits itu Beliau sampaikan padaku kalau tak salah ingat saat daku juara lomba nyanyi pertama kali, kelas 2 SMP ... dan daku belum mengenal sunnah saat itu. Jangankan sunnah, Rukun Islam dan Rukun Iman saja mumgkin daku masih tak paham betul. Astaghfirullahaladzim ....
Sekarang, walaupun berhenti bernyanyi itu adalah hal yang masih sangat sulit, tapi aku sungguh berjuang sekuat tenaga untuk tidak sering bernyanyi seperti dulu. Sesungguhnya pahala sebuah amalan adalah sebesar usahanya. Allahu akbar ... !
Daku kini mengganti menyimak lantunan lagu-lagu dengan frekuensi radio yang hanya memperdengarkan tausiah, murojaah dan syiar lainnya selama berkendara ke mana pun daku pergi. Daku pun hanya mendengarkan radio yang sama di rumah yang daku perdengarkan di dalam rumah 24 jam tanpa henti. Daku juga meninggalkan kebiasaan menonton tv kecuali streaming channel Al Quranul Kareem yang memperlihatkan suasana Masjidil Hatam, Mekkah, 24 jam. Daku juga berhenti bermain piano dan berniat menjual piano itu sesegera mungkin ....
MUBAZIR KATA-KATA serta MUDHARAT
Dulu daku pun sering mubazir dalam berkata-kata. Daku tak menjaga lisan. Mubazir adalah satu hal, namun kata-kata yang MUDHARAT adalah hal lain yang jauh lebih buruk. Subhanallah ....
Demi apa ? Kesenangan ? Becanda ? Olok-olok ? Sungguh kesenangan yang membawa tawa mampu mengeraskan hati. Sungguh banyak tertawa akan mengeraskan hati. Astaghfirullahaladzim ...
Becanda ? Sungguh Allah akan bangunkan sebuah rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan kebohongan walaupun ia bercanda. Subhanallah. Artinya kadang manusia membuat candaan di atas kebohongan dan itu dilarang. Astaghfirullahaladzim ....
Sekarang, daku senantiasa berjuang sekuat tenaga untuk lebih banyak diam. Sungguh Allah lebih menyukai orang yang sedikit bicara daripada yang banyak bicara. Dan sesungguhnya bila tak mampu berkata baik maka diamlah.
Dan masyaa-a Allah, qadarullah, Allah jadikan daku kini hidup dalam situasi yang dalam sehari semalam di setiap harinya membuat daku tak perlu banyak bicara. Sungguh manusia hanya perlu punya satu hal, niat, nawaitu lillahita'alla dan Allah akan mengatur selebihnya sehingga manusia menyadari bahwa Allah-lah sebaik-baik pembuat rencana, Allah-lah Maha Pengatur atas segala sesuatu. Bilamana Allah berkehendak atas sesuatu, maka kun fayakun, jadilah apapun yang Allah kehendaki di muka bumi ini ....
KHUSYUK MEDSOS
Innalillahi wainnailaihi rojiun ... hal yang satu ini ... sungguh manusia telah disibukkan dengan medsos melebihi kesibukan beribadah. Sungguh manusia lebih sering membaca status medsos ketimbang membaca Al Quran .. astaghfirullahaladzim ...
Dulu daku pun begitu, begitu khusyuk dengan medsos untuk hal yang sia-sia. Daku telah bersenang-senang dengan medsos, mengumbar kata-kata tak manfaat dan seringkali abai dari menundukkan pandangan atas segala kemaksiatan yang lalu-lalang di dunia virtual, berdebat sengit dengan sesama fakir ilmu (agama), dan banyak lagi keburukan lainnya. Astaghfirullahaladzim ...
Sekarang, daku pun sepertinya masih membuka gawai, smartphone hampir setiap waktu setiap hari, namun daku sungguh berjihad fisabilillah meninggalkan semua keburukan yang pernah aku lakukan terdahulu. Daku berusaha menjaga lisanku di sosmed, daku berusaha menyebarkan ilmu walaupun itu sangat sedikit, sebaliknya daku jadikan berselancar di dunia virtual hanyalah mendatangkan manfaat yang menjadikanku bertambah ilmu (agama) yang menambah keimanan dan ketaqwaanku. Subhanallah ... naif betul yaaa ... mana mungkin melakulan itu di sosmed ? Mungkinkah ?
Daku pun berusaha meninggalkan perdebatan dengan siapa pun termasuk di sosmed. Sungguh Allah akan bangunkan rumah di tepian surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar. Dan meninggalkan perdebatan tanpa rasa ujub, sungguh sebuah perkara besar tentang belajar sabar dan sebaik-baiknya akhlak yang sebenarnya. Masyaa-a Allah ...
Dan membaca Al Quran, membiasakan diri setiap hari membaca Al Quran, subhanallah ... buat daku yang 11 tahun sudah menghabiskan waktu bersekolah di sekolah kaum kufar yang beragama nasrani, maka sungguh ... daku telah tertinggal sangat banyak kesempatan dan waktu berharga untuk mampu membaca Al Quran dengan baik, apalagi menghafal Al Quran. Maka kalau hanya 'sekedar' membiasakan diri membaca Al Quran masih juga tak mau daku lakukan, subhanallah ... betapa kufurnya saya ... Bila mereka yang mahir membaca Al Quran saja baginya satu pahala dan para malaikat akan menyertainya, sementara bagi mereka yang membaca dengan terbata-bata baginya dua pahala, masih juga tak mampu menggerakan hati saya, padahal 1 huruf Al Quran adalah 10 pahala, subhanallah betapa banyak kerugian bila saya mengabaikannya ....
Namun wallahi ... daku sungguh berusaha keras untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu dengan meninggalkan kebiasaan burukku, meninggalkan yang mudharat menjadi manfaat ... Sesungguhnya tak ada hijrah fisik, atau hijrah perbuatan tanpa hijrah hati. Dan daku berharap daku mampu istiqomah dalam berhijrah karena sesungguhnya istiqomah adalah hidayah ....
Daku sungguh ingin anak cucuku kelak juga seluruh saudara/iku seiman berkesempatan untuk memgenal, mempelajari, mencintai, membela agama Allah jauh lebih baik dari yang mampu aku lakukan, agar kelak mereka memiliki keimanan dan ketaqwaan sebagaimana para sahabat, para tsabiin dan tabi tsabiin, para salafus shalih. Aamiin aamiin aamiin yaa Rabbal alamiin ...
DAKU SENORAK ITU
Subhanallah ... ternyata dulu daku senorak itu. Terbayang betapa banyaknya dosa yang menggunung karena miskin ilmu...
"Rabbana zholamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaashiriin..." (Surat Al Ar-raf ayat 23) Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi ..."
Sungguh daku tak bermaksud riya dengan catatan ini, melainkan berbagi pengalaman kadang perlu bagi manusia untuk memikirkan kembali apa-apa yang pernah dilakukan selama ini, apakah mendatangkan manfaat ataukan hanya mengantarkan diri ke neraka jahanam. Naudzubillahi mindalik.
Maka sampaikanlah barang satu ayat. Maka saling bersyiarlah, saling mengingatkanlah, saling menguatkanlah dan saling mendoakanlah. Kelak di akhirat nanti manusia akan dikumpulkan dengan orang-orang yamg sejenis kamu, maka berkumpullah dengan orang-orang yang shalih selama hidup di dunia. Karena kelak orang-orang yang demikian tak saja hanya saling dikumpulkan namun Allah perkenankan untuk saling memberi syafaat, saling tolong-menolong untuk diselamatkan dari siksa api neraka sehingga mereka bisa selalu bersama-sama hingga di jannah Allah tertinggi, surga firdaus. Masyaa-a Allah ...
Mohon maaf lahir dan batin ..
281218
Friday, 28 December 2018
Thursday, 8 November 2018
Rumahku atas namaku ...
ISLAM, NASSARO dan YAHUDI
Fulani : Rumah yang baru saya beli, dibeli atas nama saya, karena memang belinya pakai uang saya. Uang suami untuk kebutuhan operasional sehari-hari, uang saya untuk beli aset keluarga.
Nassaro : Rumah saya atas nama saya. Istri saya boros. Dia kerja masa minta ongkos transport sama saya ? Yang bayar sekolah anak2 saya, bayar kebutuhan rumah saya, semua2 saya, lah masa dia kerja masih minta ongkos saya ? Enak aja. Kemarin minta belikan tiket pesawat untuk pulang kampung saya bilang "nanti dulu ..."
Fulana : Saya juga, rumah atas nama saya bukan atas nama istri saya
Fulan : Saya juga ah. Nanti kalau nikah aset2 akan saya atas namakan saya bukan istri saya.
Subhanallah ...
Demikianlah. Al Quran telah menyebutkan dalam surat Al Baqarah, bahwa kaum yahudi dan nassaro saling berselisih tentang penguasaan ilmu di antara mereka. Namun ketahuilah, kaum yahudi adalah kaum yang sombong karena sesungguhnya mereka berilmu, tahu ilmu tauhid tentang keesaan Allah tapi mereka tak mengamalkannya. Sementara kaum nassaro adalah kaum yang sesat karena mereka beramal namun tak berdasarkan ilmu. Subhanallah ... betapa Islam melalui Al Quran dan hadits telah menjelaskan tuntunan hidup manusia dengan begitu sempurna.
ISTRI TAK WAJIB MENCARI NAFKAH
Bukan perkara harta diatasnamakan siapa. Tapi betapa hukum asalnya adalah suamilah yang wajib menafkahi keluarga bukan istri. Al Quran menyebutkan agar perempuan berdiam di rumah2 mereka bahkan untuk ibadah (sholat) sekalipun.
Betapa bila hal terbutuk terjadi di antara suami istri semisal hingga terjadi perceraian, sungguh Allah telah mengatur apa yang menjadi hak istri dan apa yang menjadi hak suami. Maka bila di antara mereka tidak mematuhinya sesungguhnya mereka telah berbuat dzalim. Naudzubillahi mindalik.
Subhanallah
Fulani : Rumah yang baru saya beli, dibeli atas nama saya, karena memang belinya pakai uang saya. Uang suami untuk kebutuhan operasional sehari-hari, uang saya untuk beli aset keluarga.
Nassaro : Rumah saya atas nama saya. Istri saya boros. Dia kerja masa minta ongkos transport sama saya ? Yang bayar sekolah anak2 saya, bayar kebutuhan rumah saya, semua2 saya, lah masa dia kerja masih minta ongkos saya ? Enak aja. Kemarin minta belikan tiket pesawat untuk pulang kampung saya bilang "nanti dulu ..."
Fulana : Saya juga, rumah atas nama saya bukan atas nama istri saya
Fulan : Saya juga ah. Nanti kalau nikah aset2 akan saya atas namakan saya bukan istri saya.
Subhanallah ...
Demikianlah. Al Quran telah menyebutkan dalam surat Al Baqarah, bahwa kaum yahudi dan nassaro saling berselisih tentang penguasaan ilmu di antara mereka. Namun ketahuilah, kaum yahudi adalah kaum yang sombong karena sesungguhnya mereka berilmu, tahu ilmu tauhid tentang keesaan Allah tapi mereka tak mengamalkannya. Sementara kaum nassaro adalah kaum yang sesat karena mereka beramal namun tak berdasarkan ilmu. Subhanallah ... betapa Islam melalui Al Quran dan hadits telah menjelaskan tuntunan hidup manusia dengan begitu sempurna.
ISTRI TAK WAJIB MENCARI NAFKAH
Bukan perkara harta diatasnamakan siapa. Tapi betapa hukum asalnya adalah suamilah yang wajib menafkahi keluarga bukan istri. Al Quran menyebutkan agar perempuan berdiam di rumah2 mereka bahkan untuk ibadah (sholat) sekalipun.
Betapa bila hal terbutuk terjadi di antara suami istri semisal hingga terjadi perceraian, sungguh Allah telah mengatur apa yang menjadi hak istri dan apa yang menjadi hak suami. Maka bila di antara mereka tidak mematuhinya sesungguhnya mereka telah berbuat dzalim. Naudzubillahi mindalik.
Subhanallah
Monday, 5 November 2018
Because I am The Best
There is no one will treat you better than I am, I am the most suitable person for you, because I am the best.
How can you so sure about it ?
Because I know you and you know me.
But it is not enough. It needs something more.
Listen. I always do my best for you and I always try to do my best for you.
B, 5th Nov 2018
How can you so sure about it ?
Because I know you and you know me.
But it is not enough. It needs something more.
Listen. I always do my best for you and I always try to do my best for you.
B, 5th Nov 2018
Tuesday, 23 October 2018
KALIMAT TAUHID ITU APA SIH ?
Kafirun tetiba bertanya, "Kalimat Tauhid itu apa sih ?'
Fulan, "Itu ... laailaha ilallah .."
Fulana, "Itu ... yang ada di bendera ..."
Kafirun, "Terus kenapa diributin ? Banser kenapa ?"
Fulan, "Ini saya lagi baca .."
Fulana, "Itu ... banser membakar bendera yang ada tulisan Tauhidnya ..."
Kafirun, "Itu 'kan cuma salah paham saja, ga usah dibesar-besarin ..."
Fulani, "Kalimat Tauhid itu mengandung kalimat syahadat yang digunakan umat Islam untuk menunjukkan keIslamannya dan mengislamkan seseorang yang hendak masuk Islam. Ada dua bendera dalam Islam, Ar Rayah dan Al Liwa, keduanya bertuliskan kalimat Tauhid biasa digunakan dalam perang. Keduanya memang panji simbol Islam yang tidak boleh diperlalukan demikian seperti yang dilakukan banser."
Fulanu, "Memang sekarang sedang perang ?"
Fulana, "Seperti yang ada di bendera Arab Saudi itu loh. Mereka khawatir itu bendera HTI ..."
Fulani, "Itulah sebabnya bila ada peringatan yang mengharuskan bendera setengah tiang dalam even internasional, bendera Arab Saudi tidak boleh diturunkan setengah tiang, karena ada kalimat Tauhid di dalamnya..."
Fulanu, "Sudah, sudah, diturunkan tensinya ga usah emosi tegang ... mending kita bicarakan besok kita makan apa, hahahahaha .."
Subhanallah, seorang kafir di antara 7 (tujuh) orang muslim. Demikianlah bedanya, antara Islam, Iman dan Ihsan, antara muslim, mukmin dan muhsin ...
Sesungguhnya "Tak ada orang yang beriman kepadaKU dan Muhammad tapi ia berkasih-sayang dengan orang yang menistai ayat Allah ..." Subhanallah ..
Sesungguhnya seorang menistai ayat Allah maka jangan dekati ia, hingga ia bertobat atau kalian sama saja, munafik ..." Subhanallah
Betapa pentingnya menuntut ilmu (agama) dan mengenal agamamu, sehingga mencintai agamamu ...
Sesungguhnya perbedaan mereka yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu adalah bagaikan perbandingan bulan dan bintang ...
Masyaa-a Allah ...
Fulan, "Itu ... laailaha ilallah .."
Fulana, "Itu ... yang ada di bendera ..."
Kafirun, "Terus kenapa diributin ? Banser kenapa ?"
Fulan, "Ini saya lagi baca .."
Fulana, "Itu ... banser membakar bendera yang ada tulisan Tauhidnya ..."
Kafirun, "Itu 'kan cuma salah paham saja, ga usah dibesar-besarin ..."
Fulani, "Kalimat Tauhid itu mengandung kalimat syahadat yang digunakan umat Islam untuk menunjukkan keIslamannya dan mengislamkan seseorang yang hendak masuk Islam. Ada dua bendera dalam Islam, Ar Rayah dan Al Liwa, keduanya bertuliskan kalimat Tauhid biasa digunakan dalam perang. Keduanya memang panji simbol Islam yang tidak boleh diperlalukan demikian seperti yang dilakukan banser."
Fulanu, "Memang sekarang sedang perang ?"
Fulana, "Seperti yang ada di bendera Arab Saudi itu loh. Mereka khawatir itu bendera HTI ..."
Fulani, "Itulah sebabnya bila ada peringatan yang mengharuskan bendera setengah tiang dalam even internasional, bendera Arab Saudi tidak boleh diturunkan setengah tiang, karena ada kalimat Tauhid di dalamnya..."
Fulanu, "Sudah, sudah, diturunkan tensinya ga usah emosi tegang ... mending kita bicarakan besok kita makan apa, hahahahaha .."
Subhanallah, seorang kafir di antara 7 (tujuh) orang muslim. Demikianlah bedanya, antara Islam, Iman dan Ihsan, antara muslim, mukmin dan muhsin ...
Sesungguhnya "Tak ada orang yang beriman kepadaKU dan Muhammad tapi ia berkasih-sayang dengan orang yang menistai ayat Allah ..." Subhanallah ..
Sesungguhnya seorang menistai ayat Allah maka jangan dekati ia, hingga ia bertobat atau kalian sama saja, munafik ..." Subhanallah
Betapa pentingnya menuntut ilmu (agama) dan mengenal agamamu, sehingga mencintai agamamu ...
Sesungguhnya perbedaan mereka yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu adalah bagaikan perbandingan bulan dan bintang ...
Masyaa-a Allah ...
Saturday, 20 October 2018
PAKAIAN ITU MEMAKSAMU
Sungguh,
Hijab panjang itu akan memaksamu untuk menahan dirimu ...
Jangankan untuk berbonceng ojek dengan laki2 yang bukan mahrammu, pergi ke pasar pun, pada sudut hati yang terdalam terasa sangat malu ...
Malu, karena diri serasa berada di tempat yang salah dan untuk urusan yang salah ...
Subhanallah ....
Sungguh,
Gamis panjang itu akan memaksamu untuk menjaga sikapmu ...
Jangankan untuk berbantah bicara dengan orang lain yang membencimu, berjalan dengan sekedar mengangkat kepalamu pun terasa tak menentu ...
Tak menentu, karena merasa badan sudah terlanjur terperangkap dalam nawaitu dan tak ingin itu tak selaras dengan perilaku ...
Subhanallah ...
Sungguh,
'Fitnah terbesar' yang tersembunyi itu akan memaksamu untuk mengabaikan duniamu ...
Jangankan untuk bekerja sekalipun itu darurat bagimu, meninggalkan mihrab demi mengisi kosongnya perutmu pun terasa begitu membelenggu kalbu ...
Membelenggu kalbu, karena dien menggelayut rindu tentang keutamaan berdiam di ruang peraduan bagi setiap (calon) ibu ...
Subhanallah ...
Sungguh,
Keindahan yang terbuka itu semakin menjadikanmu tak tahu ...
Jangankan istiqomah dalam hijrahmu, melafazkan niatpun terasa kelu ...
Kelu, karena diri tak pernah tahu yang utama adalah mengejar ilmu agamamu bukan duniamu ...
Subhanallah ...
Sungguh,
Ketasyabu'anmu pada laki-laki semakin menyeretmu menjauh ...
Jangankan untuk kaffah dalam muammalah dan ibadahmu, mengejar hidayah pun seperti tabu ...
Tabu, karena 'sesungguhnya kamu di atas agama temanmu' dan kamu tak percaya itu ...
Subhanallah ...
Sungguh,
Kesyirikanmu akan fitnah dunia semakin menjebakmu ...
Jangankan untuk zuhud pada perkara dunia yang menghinakanmu, menjauhkan diri dari riya' justru bagai melepas rindu ...
Melepas rindu, karena semakin keras usahanu semakin syafwatmu terpedaya bahkan hanya pada sepasang sepatu baru ...
Subhanallah ...
Astaghfirullahaladzim ....
Wednesday, 3 October 2018
PROSES
Bermula dari bercelana panjang, berpakaian ketat hingga bergamis longgar ...
Bermula dari berkerudung pendek terikat di belakang, berhijab lebar hingga berkhimar panjang ...
Bermula dari yang mungkin dahinya terlihat, alis indah terlihat, hingga sepasang mata saja ....
Ternyata semua ada prosesnya ...
Masalahnya siapa dan kapan yang mau memulakan dan melalui proses itu ....
Subhanallah ...
Bermula dari berkerudung pendek terikat di belakang, berhijab lebar hingga berkhimar panjang ...
Bermula dari yang mungkin dahinya terlihat, alis indah terlihat, hingga sepasang mata saja ....
Ternyata semua ada prosesnya ...
Masalahnya siapa dan kapan yang mau memulakan dan melalui proses itu ....
Subhanallah ...
Friday, 28 September 2018
SEHARUSNYA ...
Seharusnya ....
Ada masanya dulu kerudung pendek terikat di belakang menjadi menutup dada dengan kerudung lebar ...
Ada masanya, kerudung lebar menjadi hijab panjang ....
Ada masanya hijab panjang menjadi khimar yang menutup sekujur badan ....
Subhanallah ....
Seharusnya ...
Ada masanya dulu bercelana panjang menjadi rok panjang ...
Ada masanya rok panjang menjadi gamis panjang ....
Ada masanya yang berwarna menjadi hitam legam agar tak menarik perhatian ....
Subhanallah ....
Seharusnya ....
Ada masanya dulu tangan terbuka menjadi menutup hingga punggung tangan ....
Ada masanya kaki telanjang tak ingin lagi terlihat orang ....
Ada masanya wajah yang memandang menjadi tersembunyi demi ketaqwaan ...
Subhanallah ...
Seharusnya ....
Ada masanya dulu berjabat tangan dengan yang bukan mahram menjadi memelihara wudhu dengan penuh keyakinan dan tak risau dengan cibiran ....
Ada masanya memaklumi aurat diri pada ipar menjadi menjaga diri sepenuhnya atas pandangan siapapun yang bukan mahram ...
Subhanallah ...
Seharusnya ....
Ada masanya dulu berulang tahun, bertahun baru, berpesta dansa & bersenang-senang menjadi istighfar atas tasyabu' yang pernah dilakukan ...
Ada masanya bersenandung, bermusik, menggambar menjadi keyakinan atas keniscayaan sebuah kebenaran ancaman dan kemurkaan ....
Subhanallah ...
Seharusnya ...
Ada masanya dulu sujud yang fardhu hanyalah sekedar menggugurkan kewajiban menjadi harus tegak tepat di awal ....
Ada masanya rawatib yang purba menjadi sayang bila satu saja rakaatnya ditinggal ...
Ada masanya tahajud yang penuh perjuangan menjadi kerugian besar bila kesiangan ....
Ada masanya dhuha yang tertutup tipu daya kehinaan dunia menjadi sebuah keistimewaan sedekah untuk tubuh sendiri yang selalu diinginkan ....
Ada masanya sholat wudhu yang tak dikenal menjadi peluang yang sangat menjanjikan keberuntungan besar di hari kemudian ....
Masyaa-a Allah ....
Seharusnya ....
Ada masanya dulu antara adzan & iqomah terisi banyak doa menjadi sujud sunnah yang penuh dengan dzikir dan doa untuk dimohonkan ....
Ada masanya derasnya hujan sebagai romantisme keindahan menjadi rezeki atas datangnya tanda waktunya memanjatkan berjuta permintaan ...
Masyaa-a Allah ....
Seharusnya ....
Ada masanya dulu begitu mudah bepergian menjadi berat kecuali sebelum adzan berkumandang telah tafakur di atas sajadah yang tergelar layaknya bersiap menunggu ajal ...
Ada masanya dulu shaum romadhon sebagai suatu ketiadaan lagi pilihan menjadi selalu memaksakan diri pada setiap shaum yang sunnah walau itu bak negosiasi tiada akhir hingga iftar melawan syahwat & bujukan syeitan ....
Subhanallah ...
Seharusnya ...
Ada masanya dulu riya segala urusan dunia menjadi penyesalan yang panjang atas sebuah kefakiran ilmu & tuntunan ....
Ada masanya memamerkan diri nan terpedaya pujian menjadi meninggalkan fitnah terbesar & kehinaan yang sungguh merendahkan ....
Subhanallah ...
Seharusnya ....
Ada masanya dulu congkak tak berbatas menjadi jihad fisabilillah yang tiada pernah usai ... dan kecongkakan begitu sulit dikalahkan ...
Ada masanya berkawan baik dengan kemarahan menjadi sebuah musuh besar pun bukti betapa kebodohan teramat-sangat yang pernah dilakukan dengan penuh kebanggaan ...
Subhanallah ....
Seharusnya ....
Ada masanya dulu, hazad dan suudzon senantiasa menyesatkan menjadi belajar zuhud dan keqonaahan ....
Ada masanya rasa malu yang tercecer menjadi hijrah untuk sebaik-baiknya sifat - akhlak perempuan ....
Subhanallah ....
Namun ....
Sejak dulu hingga sekarang masih saja bercampur laki-laki dan perempuan ...
Sejak dulu hingga sekarang masih saja para mahram itu membiarkan akhwat-akhwat mereka safar sendirian ....
Sejak dulu hingga sekarang mengikuti sunnah masih saja belum banyak yang ingin mengenal ...
Sejak dulu hingga sekarang syubhat begitu menyambar-nyambar ...
Sejak dulu hingga sekarang mereka masih saja mengira hidayah itu adalah gratisan tanpa perlu dikejar ...
Subhanallah ....
Astaghfirullahaladzim ....
- KA. Sindoro, Gambir- Tegal
Ada masanya dulu kerudung pendek terikat di belakang menjadi menutup dada dengan kerudung lebar ...
Ada masanya, kerudung lebar menjadi hijab panjang ....
Ada masanya hijab panjang menjadi khimar yang menutup sekujur badan ....
Subhanallah ....
Seharusnya ...
Ada masanya dulu bercelana panjang menjadi rok panjang ...
Ada masanya rok panjang menjadi gamis panjang ....
Ada masanya yang berwarna menjadi hitam legam agar tak menarik perhatian ....
Subhanallah ....
Seharusnya ....
Ada masanya dulu tangan terbuka menjadi menutup hingga punggung tangan ....
Ada masanya kaki telanjang tak ingin lagi terlihat orang ....
Ada masanya wajah yang memandang menjadi tersembunyi demi ketaqwaan ...
Subhanallah ...
Seharusnya ....
Ada masanya dulu berjabat tangan dengan yang bukan mahram menjadi memelihara wudhu dengan penuh keyakinan dan tak risau dengan cibiran ....
Ada masanya memaklumi aurat diri pada ipar menjadi menjaga diri sepenuhnya atas pandangan siapapun yang bukan mahram ...
Subhanallah ...
Seharusnya ....
Ada masanya dulu berulang tahun, bertahun baru, berpesta dansa & bersenang-senang menjadi istighfar atas tasyabu' yang pernah dilakukan ...
Ada masanya bersenandung, bermusik, menggambar menjadi keyakinan atas keniscayaan sebuah kebenaran ancaman dan kemurkaan ....
Subhanallah ...
Seharusnya ...
Ada masanya dulu sujud yang fardhu hanyalah sekedar menggugurkan kewajiban menjadi harus tegak tepat di awal ....
Ada masanya rawatib yang purba menjadi sayang bila satu saja rakaatnya ditinggal ...
Ada masanya tahajud yang penuh perjuangan menjadi kerugian besar bila kesiangan ....
Ada masanya dhuha yang tertutup tipu daya kehinaan dunia menjadi sebuah keistimewaan sedekah untuk tubuh sendiri yang selalu diinginkan ....
Ada masanya sholat wudhu yang tak dikenal menjadi peluang yang sangat menjanjikan keberuntungan besar di hari kemudian ....
Masyaa-a Allah ....
Seharusnya ....
Ada masanya dulu antara adzan & iqomah terisi banyak doa menjadi sujud sunnah yang penuh dengan dzikir dan doa untuk dimohonkan ....
Ada masanya derasnya hujan sebagai romantisme keindahan menjadi rezeki atas datangnya tanda waktunya memanjatkan berjuta permintaan ...
Masyaa-a Allah ....
Seharusnya ....
Ada masanya dulu begitu mudah bepergian menjadi berat kecuali sebelum adzan berkumandang telah tafakur di atas sajadah yang tergelar layaknya bersiap menunggu ajal ...
Ada masanya dulu shaum romadhon sebagai suatu ketiadaan lagi pilihan menjadi selalu memaksakan diri pada setiap shaum yang sunnah walau itu bak negosiasi tiada akhir hingga iftar melawan syahwat & bujukan syeitan ....
Subhanallah ...
Seharusnya ...
Ada masanya dulu riya segala urusan dunia menjadi penyesalan yang panjang atas sebuah kefakiran ilmu & tuntunan ....
Ada masanya memamerkan diri nan terpedaya pujian menjadi meninggalkan fitnah terbesar & kehinaan yang sungguh merendahkan ....
Subhanallah ...
Seharusnya ....
Ada masanya dulu congkak tak berbatas menjadi jihad fisabilillah yang tiada pernah usai ... dan kecongkakan begitu sulit dikalahkan ...
Ada masanya berkawan baik dengan kemarahan menjadi sebuah musuh besar pun bukti betapa kebodohan teramat-sangat yang pernah dilakukan dengan penuh kebanggaan ...
Subhanallah ....
Seharusnya ....
Ada masanya dulu, hazad dan suudzon senantiasa menyesatkan menjadi belajar zuhud dan keqonaahan ....
Ada masanya rasa malu yang tercecer menjadi hijrah untuk sebaik-baiknya sifat - akhlak perempuan ....
Subhanallah ....
Namun ....
Sejak dulu hingga sekarang masih saja bercampur laki-laki dan perempuan ...
Sejak dulu hingga sekarang masih saja para mahram itu membiarkan akhwat-akhwat mereka safar sendirian ....
Sejak dulu hingga sekarang mengikuti sunnah masih saja belum banyak yang ingin mengenal ...
Sejak dulu hingga sekarang syubhat begitu menyambar-nyambar ...
Sejak dulu hingga sekarang mereka masih saja mengira hidayah itu adalah gratisan tanpa perlu dikejar ...
Subhanallah ....
Astaghfirullahaladzim ....
- KA. Sindoro, Gambir- Tegal
Subscribe to:
Posts (Atom)