Alkisah ... menyambut Hari Raya Idul Fitri 1436 H lalu saya membeli sepotong gamis warna putih tulang yang cantik, hanya beberapa hari menjelang hari yang sangat istimewa itu. Saya pun segera memasukan gamis tersebut ke jasa pencucian (laundry) merek ternama dekat rumah. Masih dengan label harga yang menempel, plus sekantong-kantongnya dari tempat saya membeli di salah satu mall di pondok indah, maka saya serahkanlah gaun tersebut kepada petugas laundry. Harapan saya, supaya petugas atau yang mencuci concern, bahwa pakaian yang saya cuci masih baru dan nilainya cukup material bagi saya.
Dalam waktu sekitar 3 (tiga) hari pakaian tersebut dijanjikan telah selesai dicuci dan saya dapat mengambilnya. Maka saya pun mengambil gamis tersebut beserta 2 stel mukena padang dan mukena medan berbordir rancang indah kesukaan saya, di hari yang dijanjikan. Berbungkus plastik rapat dalam gantungan, gamis putih dan kedua mukena tersebut pun saya bawa pulang.
Tiba di hari nan fitri, saya pun membuka plastik laundry dan berniat mengenakan gamis tersebut. Namun, alangkah terkejutnya saya mendapati gaun tersebut pada sepanjang sisi kanan depannya seperti tertarik 'beberapa' (banyak sih ...) helai benangnya sehingga gamis tersebut tidak lagi sempurna sebagaimana saat saya memasukkan ke laundry dalam keadaan baru dan baik.
Karena saya memang berniat mengenakan gamis tersebut, maka saya pun tetap mengenakan gamis tersebut dengan hati2 dan rasa sedikit kecewa untuk melaksanakan shalat Ied. Sekembalinya menunaikan shalat Ied, saya pun segera berganti pakaian dan melipat gamis tersebut dengan hati2 untuk kemudian menyimpannya.
Sekitar minggu lalu saya pun mendatangi laundry dan mencoba menyampaikan keluhan saya perihal insiden tersebut. Petugas laundry pun menerima penjelasan saya dan langsung menghubungi kantor pusat menyoal kasus tersebut untuk melapor.
Prosedurnya, saat petugas laundry menerima pakaian yang hendak dicuci, biasanya mereka akan memeriksa kondisi pakaian, adakah noda, adakah rusak, adakah permintaan khusus dari pelanggan, dst. sehingga bila terjadi kerusakan yang sudah ada sebelum pakaian dicuci, maka kerusakan itu tidak menjadi tanggung jawab jasa pencuci pakaian (laundry) tersebut.
Nah, bila terjadi kasus seperti halnya yang terjadi pada gaun saya, menurut petugas, biasanya pelanggan menghubungi laundry untuk menginformasikan kondisi pakaian, bila tetap akan mengenakanannya, dan setelah itu baru diserahkan kembali kepada laundry untuk direwash atau rekondisi. Tapi tentu tidak semua pelanggan mengetahui ketentuan yang tidak tersebut di lembar tanda terima pencucian itu kan ?
Namun dengan penuh pengertian dan profesionalisme, petugas kantor pusat laundry memberikan kesempatan kepada saya untuk menyerahkan kembali gamis saya yang rusak itu, untuk diperiksa, direwash atau direkondisi. Maka tanpa tanda terima kecuali nomor telepon, saya pun meninggalkan gamis itu untuk diperiksa oleh mereka.
Beberapa hari kemudian, Ibu Ira, petugas laundry dari kantor pusat menghubungi saya. Beliau mengatakan bila bajunya telah diperbaiki semaksimal mungkin, saya bisa mengambilnya di tempat saya menyerahkan gamis tersebut. Saya pun bertanya, apa yang sudah dilakukan dengan gamis saya ? Kalau hanya menggunting benang2 yang mencuat dan tertarik2 (seperti tersangkut payet2 itu looh ..) itu saya juga bisa. Dan sebaiknya mereka tidak melakukan hal itu tanpa seijin saya, karena itu bukan akan memperbaiki kondisi gamis melainkan hanya akan semakin memperburuk penampilan gaun tersebut secara keseluruhan. Sebab, bila benang tertarik dan dipaksakan dilepas atau ditarik, dicabut, maka hal itu akan meninggalkan jejak pada lembar pakaian seperti kosong pada kerapatan kain di baris2 tertentu. Bingung ya bayanginnya ? Pokoknya gitu deh ... Urusan perempuan sih ya yang menyoal hal beginian ini ... hehehe ....
Saya juga menjelaskan, bagaimana kondisi gaun saat saya serahkan dengan harga masih menempel dengan maksud agar petugas tahu dan memperlakukan pakaian itu dengan patut. Saya punya kebiasaan bila membeli pakaian baru akan langsung saya laundry dengan harga masih menempel sekantong-kantongnya saya serahkan dengan maksud ya agar petugas tahu pada kondisi pakaian saat saya serahkan benar2 masih dalam keadaan baik.
Saya juga jelaskan, bahwa selama ini saya sering mendapati pakaian yang saya cuci bernoda warna pink, di beberapa bagian, tapi saya tidak pernah komplen. Tapi karena ini baju baru, saya minta mereka agar bertanggung jawab dan bersikap profesional. Saya pun menginformasikan baju tersebut saya beli di mana, silakan cari dan cek di gerainya bagaimana kondisi baju yang sebenarnya dan berapa harganya. Bila ukuran saya tidak lagi tersedia, silakan cari workshop atau butiknya yang konon kabarnya ada di sekitar bintaro. Akhirnya petugas tersebut mengatakan akan memeriksa ulang dan berjanji akan menghubungi saya lagi, karena mereka tidak yakin apakah pakaian saya telah diperlakukan sebagaimana yang saya khawatirkan tidak.
Dan, dua hari lalu petugas tersebut menepati janjinya, menghubungi saya lagi, saat saya sedang therapy. Beliau menjelaskan, bahwa gaun saya telah diupayakan semaksimal mungkin, saya bisa mengambil di tempat biasa. Selain itu, sebagai bentuk tanggung jawab mereka sebagaimana ketentuan yang tercantum dalam lembar tanda terima pencucian, maka bila terdapat kerusakan akibat kelalaian pihak laundry, maka mereka akan memberikan kompensasi sebanyak 10x lipat dari biaya laundry. Maka kompensasi tersebut pun telah disiapkan untuk saya.
Saya pun gamang. Saya merasa tidak enak. Walaupun sesungguhnya saya berada di pihak yang benar, tapi tetap saja saya merasa tidak enak. Walaupun kompensasi yang mereka berikan tidak cukup bagi saya untuk membeli gaun yang sama yang baru, tapi nilainya nyaris 60% dari harga pakaian yang saya beli tersebut, bagaimana pun itu cukup besar, cukup material. Walaupun mereka laundry ternama dan besar, nilai sebesar itu tentu tidak berarti sama sekali mungkin bagi mereka, tapi tetap saja saya merasa tidak enak.
Maka saya pun menjawab, saya akan lihat kondisi bajunya terlebih dulu, dan nanti saya akan menghubungi Ibu Ira untuk memberikan komentar. Namun yang ada, hingga hari ini, gaun itu belum juga saya ambil dari laundry ....
#bingungemang
Friday, 31 July 2015
Celana baru ....
Kamis, 30 Juli 2015 siang, saat kontrol terakhir nemuin si ganteng, keknya ada yang beda. Ceritanya si ganteng pakai celana panjang baru. Masih abu2 juga sih warnanya. Kesukaan si ganteng adalah memadukan hem biru langitnya yang lembut itu dengan celana panjang berpotongan lurus (tanpa lipit dan bukan potongan baggy) warna abu2 dof. Tp siang itu si ganteng pakai celana panjang abu2 baru sepertinya, dan warna abu2nya sedikit agak lebih gelap dan shiny dengan tekstur bergaris.
Tetep ganteng siih ... tapi daku lebih suka celana panjang abu yang biasanya beliau pakai, lebih kalem dan lembut warnanya dengan tekstur yang lebih soft ... #siapagw #pemerhatimodeaja
Waktu daku cerita ma bude tentang betapa dasyatnya ketampanrupawanan si ganteng yang berbulu mata lentik itu, masa bude bilang si ganteng pakai bulu mata palsuuuuu ... ?
#ngeledekbanget
Tetep ganteng siih ... tapi daku lebih suka celana panjang abu yang biasanya beliau pakai, lebih kalem dan lembut warnanya dengan tekstur yang lebih soft ... #siapagw #pemerhatimodeaja
Waktu daku cerita ma bude tentang betapa dasyatnya ketampanrupawanan si ganteng yang berbulu mata lentik itu, masa bude bilang si ganteng pakai bulu mata palsuuuuu ... ?
#ngeledekbanget
#buderajategadeh
Thursday, 30 July 2015
"Halo apa kabar ... ?"
Di selasar ...
Si ganteng : "Halo apa kabar ... "
Gw : "Alhamdulillah ... baik ... "
Si ganteng : "Mo' kontrol (ke dokter sebelah) ?"
Gw : "No, I want to see you ..."
Di ruang praktek ....
Si ganteng : "Halo apa kabar ... ?" #again?
Gw : "Alhamdulillah ... baik ..." #copypaste
#samaculunnyaternyata ....
:p
Si ganteng : "Halo apa kabar ... "
Gw : "Alhamdulillah ... baik ... "
Si ganteng : "Mo' kontrol (ke dokter sebelah) ?"
Gw : "No, I want to see you ..."
Di ruang praktek ....
Si ganteng : "Halo apa kabar ... ?" #again?
Gw : "Alhamdulillah ... baik ..." #copypaste
#samaculunnyaternyata ....
:p
"Berkumis ..."
Si ganteng : "Berkumis .. "
Gw : "Maksudnya ?"
Si ganteng : "Ga ... kalau freddie mercury kan berkumis, kalau yang ini ga ..."
Gw : "Ohhh ... cape deh ..." salah respon dah daku, saking ga ngeh '- nya kalau si ganteng ternyata ngajak becanda.
*Ngebahasin CD audiophile Queen cover version by Angelica in acoustic piano and guitar.
Gw : "Maksudnya ?"
Si ganteng : "Ga ... kalau freddie mercury kan berkumis, kalau yang ini ga ..."
Gw : "Ohhh ... cape deh ..." salah respon dah daku, saking ga ngeh '- nya kalau si ganteng ternyata ngajak becanda.
*Ngebahasin CD audiophile Queen cover version by Angelica in acoustic piano and guitar.
"Saya mau lihat ... "
Si ganteng : "Saya mau lihat range of motion-nya ..." sambil menunjuk ke kasur periksa. Kenyataannya, si ganteng lupa atau apa ya, malah ga cek sama sekali progress range of motion daku sudah sebaik apa.
Bukan cuma daku ternyata yaaa ....
Bukan cuma daku ternyata yaaa ....
You tell me
I just can't deny ....
I just can't push myself any longer ....
I have been trying so hard and let myself struggling too much. I don't think that this is worthy to be achieved.
I don't mean that I have been forgetting how much grateful my life is. What should I complain about, actually ? Nothing ... ! I still have a job although I just can't live with in. At least I still have a chance to have my own money. I have a lot of friends who care and love me whatever I am. I have a dozen of adorable cats that always console me 24 hours a day, 7 days a week, 30 days a month, 356 days a year ... Alhamdulillah ... See ... ? How grateful my life !
But still, the rejection of my body, is kind of a symptom that I am still a human being. That, no matter how hard I am trying to deal with the reality, I just can't ignore that there is a sign, there is another side of me that I need to listen.
The thing is I just can't push myself more and more. I have to be fair to myself. I deserve to be happy instead struggling my life that seemed not too easy. It means, I do need to think logically that there would be a lot of options in life.
Move on ! Hijrah ! Ikhtiar all the time, as long as you live, ikhtiar is an obligation, it is a must ! The result is another thing. How much you sweating that is caused of trying to change your life, how far you run to get your brighter future, how bleeding you are because of fighting yourself to keep istiqomah (consistence) to seize Allah's blessing ... is more than anything !
So the result, as long as you still live on earth is not the goal. The result is just the impact. Even when your life is too perfect and full of joy, it might just a life examination that people need to concern and face it carefully ....
As long as I am still alive and health, it means I am okay. Just let it flow, and time will see because Allah will never let me suffer at all ....
3 bulan persis ....
Daku ga ngerti ya. Tiap kali ketemu si ganteng di selasar poliklinik, mesti pertanyaannya "Mau kontrol (ma dokter sebelah) ?". Padahal ya, yg bilang ga usah kontrol lg forever kan dia2 jugaaa. Tp ben kali ketemu, nuduh mulu gitu ... padahal, daku ga lg kontrol jg ma dokter sebelah ...
Ini hr daku sengaja, niatin kontrol ma si ganteng, krn ni hr persis 3 bulan paska operasi, tgl 30 dan hari yg sama, kamis, di jam yg sama pula. Makanya daku merasa perlu kontrol cari tahu perkembangan daku gmn mnrt dia, sbg dokter yg operasi daku. Selain itu, next week in shaa Allah daku kan mulai beraktivitas normal, jd pengen tahu daku sdh sesiap apa gitu ....
Dan ... saat si ganteng suruh daku menuju kasur periksa, dia ambil posisi masuk ke arah celah kasur dan tembok. Ga lama dia keluar lagi, menyadari kekeliruannya "Oya, sebelah kanan ..." Daku cuma komentarin, "Lupa ya, dok ?"
Selebihnya si ganteng ngomong panjang x lebar = luas, yg daku ingat cuma "Oh itu pomping, ga pa ...." saat daku bilang lututku suka bunyi kletak-kletuk. Selebihnya daku ga ingat dah si ganteng ngomong apa dan daku jg ga kuasa tuh nanya apa2, seperti biasanya, kekunci mulutnya ....
Sekian.
Subscribe to:
Posts (Atom)