Wednesday, 5 August 2015

Astaghfirullahaladzim

Astaghfirullahaladzim ....
Yaa Rahim ....
Sungguh tak kubiarkan diriku melacur demi rezeki yang sesungguhnya telah Engkau tetapkan bagi setiap diri kami sebelum qalbu kami Kau tiupkan dalam raga ....
Sungguh tak berniat sedikitpun daku membunuh diri karena kesedihan yang teramat dalam ini ....
Sungguh tak kusekutukan Engkau karena kelelahan hati akan penantian panjang yang seakan tiada pernah henti ....
Demi Allah Yaa Rahman ....
Sungguh tiada lagi daku mampu mencerna semua perkara ini dengan akal pikiran dan logikaku ....
Sungguh tiada lagi daya upaya dan tenaga yg daku kira tersisa demi menghadapi segala perkara yg datang menimpa, bertubi - tubi menghujam ke dasar lubuk hati, tanpa jeda ....
Kecuali dengan satu alasan, keimananku yang setitik ini Yaa Rabb ....
Sungguh hanya satu alasan itu yang daku punya yang membuat daku tetap bernyawa .....
Demi Allah Yaa Karim ....
Sesungguhnya daku telah berjihad sepanjang usia dewasaku, memerangi keburukan sifatku ....
Sesungguhnya daku senantiasa berjihad dengan sedikitnya ilmuku dan lemahnya imanku, untuk terus meyakinkan diriku bahwa  Engkaulah Yang Satu ....
Dan cukup Engkau sajalah penolongku, karena Engkaulah sebaik2nya penolong ....
Karena Engkaulah pemilik alam semesta dengan segala seisinya dan yang mengatur segalanya ....
Sesungguhnya daku teramat malu menjadi diriku yg hina ini .....

Demi Allah Yaa Latif ....
Daku tidak bermaksud khufur sedikitpun atas nikmatMu ....

Maka ridholah Engkau kepadaku, Ya Allah ....
Maka terimalah taubat nasuhaku .....
Maka janganlah Kau masukkan daku ke dalam golongan orang2 yg merugi,
Maka janganlah dosa2 besarku terdahulu menjadi penghalang setiap untaian doaku yang kupanjatkan kepadaMu kini .....

Maka tutupilah segala aib dan keburukanku, Yaa Rabb ....
Maka selamatkan diriku dari kehinaan dunia, akhirat dan hari kiamat ....
Maka selamatkanlah diriku dari fitnah dunia, akhirat dan hari kiamat ....

Maka ridholah Engkau pada hidupku dan matiku, Yaa Karim ....
Maka ridholah Engkau pada duniaku dan akhiratku .....

Maka berikanlah daku banyak ilmu agar daku dpt memahami setiap petunjukMu dengan penuh keimanan dan ketaqwaan ....
Maka berikanlah daku kekuatan, kesabaran dan keikhlasan agar daku dpt menyikapi setiap perkara ini sesuai tuntunan dan kemantapan hati tanpa ada keragu2an sedikitpun ....

Demi Allah Yaa Rahman ....
Sesungguhnya daku sangat membutuhkan kebaikanMu di setiap waktuku, terlebih di saat2 sempit spt sekarang ini ....

Demi Allah Yaa Rahman ....
Ridholah Engkau kepadaku ....
Maka ampunilah daku bila daku telah melampaui batas dengan doa2ku ....
Maka maafkanlah aku ....
Ibalah Engkau kepadaku ....
Maka ijabahlah doaku Yaa Rabb ....
Maka kabulkanlah permohonanku ini ....

Aamiin ... aamiin ... aamiin ....
Yaa rabbal alamin ....


Tuesday, 4 August 2015

Aku dan Poky

Syahdan, suatu sore sepulang kerja, saat tidak membawa kendaraan, bersama seorang kawan daku pulang kantor menumpang commuter line dari stasiun kebayoran. Menunggu cukup lama di sisi tengah sejak pukul 16:45 wib, akhirnya daku bergeser ke sisi ujung paling belakang (gerbong khusus perempuan) saat kereta ke arah bintaro tiba menjelang maghrib.

Saat hendak menaiki anak tangga dari besi yg ada di sepanjang peron stasiun itu, daku dapati seekor anak kucing sebesar kurang dari genggaman tangan, jalan terseok2 di kolong anak tangga. Di keremangan datangnya malam sesaat lagi, tentu anak kucing ini tidak bakal terlihat dan berpotensi terinjak2 kaki manusia yg lalu lalang naik turun kereta.


Dan, demikianlah kemudian yg daku lakukan. Walaupun rempong menggembol back pack yg berat dan menenteng kresek berisi mie aceh teh tarik, 2 tab dan sebuah hp (yg akhirnya rusak kesiram teh tarik yg bocor dr kantongnya kepencet2 saat di dlm commuter line yg sesak), maka daku pungutlah si anak kucing itu dalam genggaman menaiki kereta. Sesaat memasuki kereta yg pastinya penuh sesak di jam pulang kantor itu, tentulah suara si anak kucing mencuri perhatian para penumpang. Ada yg takut, jijik, ada yg biasa aja, juga kasihan. Jadilah daku meminta2 maaf kpd sesama penumpang krn mengganggu kenyamanan mereka.

Daku pun baru tahu, saat kereta bergerak jalan terdapat pengumuman tepat di atas pintu, sekitar 2 langkah dr tempat daku berdiri, bahwa ternyata dilarang membawa binatang di dlm commuter line. Daku pun tersenyum dg mimik iba kepada petugas sekuriti dlm gerbong yg tampak mengerti dg maksud daku. Sementara si anak kucing terus menangis, maka daku pun sibuk mengajaknya bicara memberinya pengertian dan memintanya bersabar krn perjalanan kami hanya butun 2 stasiun. Maka sejumlah penumpang senyum2 melihat tingkah daku, berbicara kpd seekor anak kucing seakan2 bicara kpd seorang anak. Tp dg ijin Allah, anak kucing itu mengerti kok dan tidak rewel hingga tiba di stasiun tujuan.


Si anak kucing itu pun daku beri nama Poky. Poky, adl nama kucing pertama yg daku miliki saat daku kecil dulu, Bajunya sama perciiiis  ... putih ada hitam2nya spt motif sapi. Itulah sebabnya daku beri nama Poky, krn mirip dg Si Poky kucingku dahulu.

Maka mulai keesokan harinya, si Poky pun ikut ke mana pun daku pergi. Subuh saat daku selesai sholat dan  bersiap bekerja, daku suapi Poky dg a/d atau i/d, makanan kaleng sejenis kornet khusus utk kucing. Kelar itu, daku menyuapi susu, jg susu khusus kucing yg non laktosa agar terhindar dr mencret. Bila itu semua sudah beres daku masukan Poky ke dlm kardus kecil beralas gamis batik pekalongan yg daku beli di PRJ kemayoran bbrp th lalu dan Poky pun tertidur pulas.

Bila daku kesiangan sehingga daku tak sempat menyuapi makan dan minum susu, maka Poky akan rewel sepanjang perjalanan bintaro - karawang krn lapar  Akibatnya, daku terpaksa berkendara sambil sibuk mempok2 Poky dan memangkunya sambil bergulat menaklukan sadisnya perjalanan toll cikunir - cikampek yg 100 km itu ! Oh Poky ... !!!


Tiba di kantor, di karawang, daku meketakan kardus si Poky berikut bekal mam dan susunya di sudut meja dan memulai aktivitas seperti biasa. Sementara seorang petugas admin di sebelah meja berkonentar, "Gw kerja 30 th seumur2 baru ngalamin ada pegawai kerja bawa anak kucing ..." katanya sambil tergelak. Tak urung, Si Poky jd tontonan org2 seruangan dan seringkali diganggu dr tidurnya. Tinggallah daku yg kerepotan menidurkannya lg sehingga terpaksa menyuapi makan dan susu di luar jam makan agar membuatnya kenyang shg nengantuk dan tertidur.

Menjelang pukul 15:00 daku kembali menaikkan Poky ke mobil dan membawanya ke kampus dan ikut daku kuliah hingga pukul 21:00 malam. Praktis, Poky setiap hr beraktivitas sjk subuh hingga tiba lg di rumah pukul 22:00 malam ! Kucing intelek ! Hahaha ...  :D

Nah, ini dia yg paling repot ... !!! Saat ibu dan bpkku sakit dan diopname di RS di Tegal, maka saat daku membesuk ke Tegal pun, si Poky terpaksa kubawa serta ! Maka pergilah ia bersama daku menumpang kereta Tegal Bahari kelas eksekutif menuju Tegal. Menginap di kamar RS pun bersama2 dg kami semua ...!!  Hahaha ...



Tapi tahukah ? Daku dan Poky kini seakan punya chemistri yg dasyat. Poky seakan mengerti setiap kali kita tengah berbincang, Di mana pun adanya dia, Poky selalu datang saat daku memanggil namanya, Poky sungguh kucing yg cerdas tp manjanya ga ketulungan. Setiap kali kami berjalan bersama, Poky selalu berjalan di atas punggung kakiku, bkn di lantai ! Repot kan ? Tapi saat Poky sdh memanjat ke pangkuan dan memulai mencium2 seluruh mukaku ini, mengendus2, kelar deh, ga bisa marah dakunya .... 

Alhamdulillah Allah menciptakan makhluk selain  manusia yg menyenangkan sekaligus menenangkan, bisa menjadi penghibur di segala suasana dan cuaca ! Hahaha ... Dan daku sungguh bersyukur, diberi nikmat oleh Allah untuk bisa menyayangi makhkuk yg lucu dan terbukti paling bersih di antara seluruh makhluk (binatang) serta mjd kesayangan Rasullullah. Bahkan Rasulullah bersabda, "Kucing adalah perhiasan rumah tangga, maka sayangila ia seperti engkau menyayangi keluargamu sendiri. Sesungguhnya kucing tidaklah najis, krn ia makhluk yg berkeliling ..." Makanya, dunia tanpa kucing, tak lengkap mungkin yaaa ...?!?!?


Monday, 3 August 2015

Makan hukumnya Wajib

Saat makan menjadi wajib hukumnya, maka bila tidak makan pun berasa dosa.

Gegara meriang sejak minggu malam, asli daku terakhir makan hari minggu siang dan hingga pagi tadi (selasa) perut baru diisi 3 teguk air putih dan 3 butir kurma.


Kemarin, senin, seharian tepar ga bangun2 dr kasur. Kelar subuh, daku tidur bangun2 jam 9, cuma ngeluarin kucing dr kandang, diumbar seharian main2 di dlm rumah. Kelar itu tidur lagi, bangun2 adzan dhuhur. Kelar sholat, tidung lagi bangun2 pukul 17:00 (sesungguhnya sangat tdk dianjurkan tidur selepas ashar). Itupun terbangun gegara tidung sambil mikir kok adzan ashar masjid ga kedengaran ? Kelar sholat ashar, masukin kucing2 ke kandang, lantas menunggu maghrib. Sholat maghrib diawali dg tayamum dan sholat sambil duduk selonjoran. Kelar sholat rebahan lg, dan sholat isya sambil tertidur2 karena sakit kepala luar biasa.

Tetep, mikir sih, harus infus ke UGD, tp ga kuat nyupir. Jd ya sudah, asli tiduuuuurrr terus di kamar, krn mata jg ga bisa melek gegara sakit kepala luar biasa. Lepas sholat isya itu, daku tidung, bangun2 jam 24:00 tengah malam, lsg keluarin kucing dr kandang, terus balik lg naik kasur. Adzan subuh ga bisa gerak, baru bisa bangun pukul 05:00, sholat subuh menjelang 05:26 wib.

Daku menduga ya, daku meriang gegara stress lutut. Maunya sih ga stress, tp siapa yg kuasa melawan bahasa tubuh, walau hati sudah ndablek. Bayangkan, sjk operasi lutut 30 April 2015 lalu, daku baru meriang ya minggu malam kmr ini.

Sepertinya daku kelelahan latihan, naek turun - tangga, nyupir jauh dan agak macet gitu, plus lutut belajar menekuk tahiyat 180 derajat. Alhasil badan panas, kepala sakit skor 9 (nyut2 hukan pusing), badan ngilu, meriang, kedinginan, dan kaki, sekujur kaki itu sakitnya, jangan ditanya, depan belakang atas bawah, sakit njarem semua. Satu lagi, selama daku sakit lutut ini, kalau daku kelelahan, stress latihan, pasti daku menstruasi.

Jadi ya, alhasil, br siang ini sanggup keluar cari makan. Karena itu tadi, kalo lg meriang, makan itu wajib hukumnya. Jadi kalo ga makan dosa besaar ... !!! Lihat akibat operasi kmr, gegara insiden dokter ganteng, daku ga doyan makan, dan berat badan langsung cuuuus ... turun drastis ke 45 kg (turun 8 kg dlm 9 hari) setelah lebih dr 13 th ga pernah bobot segitu lg. Jd sekarang walaupun sptnya berangsur2 sdh balik normal ini berat badan, tp teteeeup ... baju msh pd kegedean ....

Turun berat badannya sih mau dan seneng bgt. Tp kalo caranya nyiksa hati begitu mah ogah banget. Ga lagi2 deh .....

Sunday, 2 August 2015

UGD, mode on or off

Setelah lebih dr 3 (tiga)bulan meninggalkan rumah sakit krn sakit yg bukan penyakit, maka hr ini adalah kondisi paling ga banget yg pernah daku rasa paska operasi.

Sakit kepala ini sejak pagi getting worse aja. Badan panas, juga mriang, daku menggigil keginginan. Seluruh persendian berasa ngilu, dr pangkal leher hingga pergelangan kaki. Lutut ... lutut ... ini lutut ... sakitnya skor 8.

Vitamin, checked.
Tidur (ngasur) sjk subuh, checked.
Kaos kaki, checked.
Ga mandi, checked.
Elastis band, checked.
Selimut, checked.

Pusing, tetep.
Panas, tetep.
Mriang, tetep.
Ngilu, tetep.
Lutut cenut2, tetep.
Lemes, tetep.

#bissmillahirrahmanirrahim ....
#sehat
#keepstruggling

UGD mode on

Pagi ini sakit kepalanya kategori UGD.
Sakit kepala nyut2, bukan pusing (muter) ....
Badannya panas ....
Sakitnya lutut skor 8 gegara kebanyakan naik turun tangga dan belajar duduk menekuk 180 derajat ....
Kita lihat, bisa bertahan mpe jam berapa hingga bener2 hrs ke UGD ....
Semoga sih ga usah ....

#semangat!!!
#maksa

:p

Ngeri

Ini ngeri banget.
Masa iya sih ?
Keknya daku ga ikutan deh ....

Lagian yg bilang daku IQ nya tinggi jg sapaaah ....
Apalagi bilangin daku cerdas ....
Ga ada kelesss ....
Hahahaha ....

Unspoken

24 hours non stop ....
Imagine ....
Never ended whishing ....
Keep praying ....
Begging ....