Saturday, 18 July 2015

Who do you think you are ?

who do you think you are running around leaving s…: https://youtu.be/Q8Kyyvdc-ns

Don't come back for me,
Don't come back at all,
Who do you think you are ... ?

Friday, 17 July 2015

Ramadhan terindah

BE GRATEFUL, MY DEAR !

Bisa jadi ya ... tahun ini yang baru berjalan hingga bulan ke - 7, pun belum habis, merupakan tahun yang luar biasa buat daku. Daku sangat bersyukur dengan karunia Allah yang begitu berlimpah kepadaku hingga saat ini. Daku masih sehat, punya kerjaan, bisa sekolah lagi - yang sebenernya sama sekali ga urgent dan ga diperluin sama sekali kecuali have fun in a positive way aja, kucing daku sehat2, teman2ku baik2, duit cukup, jauh dari dukup mungkin ya, susah ngukurnya, KPR belum lunas (hahaha), dan banyak hal lagi yang daku ga ngerti lagi, "... maka nikmat yang mana lagi yang engkau dustakan ?"  - QS. Ar - Rahman,  masya Allah ... Dan hal terbesar adalah nikmat Islam yang luar biasa yang senantiasa Allah jagakan untuk daku .... Subhanallah ....

Malam terakhir Ramadhan 1436 H, daku sesenggukan, memberatkan kepergiannya ... Walaupun sungguh sangat berat mengisinya dengan segala kebaikan ibadah, namun begitu tiba saatnya Ramadhan itu di penghujung waktunya, daku hanya bisa speechless, kecuali menangisi dengan rasa sedih yang teramat dalam ....

Masya Allah, Ramadhan tahun ini sungguh luar biasa. alhamdulillah, alhamdulillah, alhamdulillah ... Sesungguhnya daku ingin berbagi banyak hal, tapi tidak sampai hati daku berkisahnya ... Saat ini saja, saat menuliskannya sambil berkias-kias, air mata sudah menggenang ....

Berbilang bulan daku sholat di atas kasur, sesekali berdiri, dan ekstra tenaga sehingga harus ngos2an tiap kali berdiri dari sujud dan tiap kali membaca al Fatihah setelahnya. Berjuang sekuat tenaga agar tidak berurai air mata setiap kali menghadapkan diri kepada Sang Khalik, bukan karena apa ... menangis itu melelahkan dan membuat daku pusing kepala. Setiap kali sesenggukan selama di rumah sakit sepuluh hari di awal Mei lalu, tensi daku bisa 177/110. Stressful banget berarti kan ... ? Padahal normally tensiku itu 90/70, 100/80, atau 110/90 kalau kurang istirahat. Bahkan daku donor darah dengan tensi 90/70, karena memang itulah kondisi normalku. Jadi, itulah sebabnya daku menghindari menangis, karena 120 saja tensiku daku sudah pusing ....

Jadi gimana ya, hal yang demikian layaknya memang tidak untuk dibagi karena akan mengurangi pahala. Maka bacalah kisah2 konyol daku seputaran dokter ganteng yang daku taksir mpe berdarah2 itu, selama 3 bulan terkahir. Yang selain itu, ga ada ya ? Hahaha ... bingung juga berbaginya perihal urusan lainnya ....

Berkeluh kesah, ga baik juga. Berkonyol2, masih bolehlah buat menghibur diri, ya gak ?


JARANG BANGET NONTON TV

Nyaris tiga bulan di rumah, daku asli jarang banget nonton tv. Daku juga heran kenapa ? Ga sempat atau apa ya ? Perasaan sibuk aja. Selain sibuk mengerjakan tugas2, presentasi, UTS dan UAS kuliah, daku juga mesti therapy kan. Untuk urusan kuliah, untuk garap semua tugas dan ujian itu kan daku harus belajar kan ya, nah itu nyita waktu banget baca literature.

Sementara untuk therapy, minimal 3 jam stay di rumah sakit, mempersiapkan diri 2 jam sebelumnya, maklum slow motion, mpe rumah sebentar kadang masih lanjut les piano. Habis juga ternyata waktunya ....

Sementara urusan rumah ga kalah banyak. Secara ga ada pembantu, nyapu sendiri, ngepel sendiri (biar kata pincang juga), nyuci sendiri naik turun lantai 2, masak sendiri, cuci piring, nyapu halaman yang lumayan yesss ... ngurus cemeng 11 ekor, banyak kan kerjaannya ?

Jadi menyadari Allah masih memberikan daku kesehatan badan, akal dan pikiran, itu hal terbesar lainnya yang daku tak habis mengerti. Kok bisa yaaaa ... ? Dengan segala hal ini, daku masih Islam, masih sholat dan puasa, subhanallah ... daku sungguh takjub menyadari, mendapati betapa Allah begitu menyayangi daku.

Daku ya, nawaitu ingin sekali berhenti kerja sudah berbilang tahunan kepengennya. Tapi masya Allah, tapi rupanya Allah belum mengijinkan. Aneh, heran, sebab fitrahnya perempuan tidak wajib mencari nafkah bahkan menafkahi dirinya sendiri, karena rizki seorang perempuan menjadi kewajiban suaminya, ayahnya, kakeknya atau saudara laki2nya.

Maka, daku, daku, daku yang tak memiliki saudara laki2, tak lagi mempunya kakek, tak mungkin juga meminta  ayah atau kerabat laki2 ayah untuk menafkahi, in shaa Allah daku sungguh dalam keadaan darurat untuk mencari nafkah dan menafkahi diriku sendiri. Jadi pasrahlah pada taqdir Allah, karena kepasrahan yang paling berat adalah menerima taqdir Allah ....

Maka Ramadhan 1436 H ini daku sungguh belajar banyak hal. Daku kembali ke titik nol. Daku sudah habis tenaga dan tak mungkin lagi mengupayakan apa2 dengan logika, terlebih dengan keterbatasanku ini, bahkan untuk mengurus kebutuhan daku yang paling mendasar, untuk pipis saja daku harus dibantu orang lain, maka tiada lain yang dapat daku lakukan selain ikhlas dan memohon ridho Allah.

Sungguh, demi Allah, sakit ini, yang sesungguhnya bukan sakit penyakit, mengajarkan pelajaran hidup tentang banyak hal, manakala terjadinya bersamaan dengan sejuta urusan lain yang menguras hati hingga tidak bersisa. Maka lihatlah yang daku lakukan, menghibur diri sendiri dengan olok2 kisah yang lucu, mentertawai diri sendiri dengan hal2 yang tidak terduga yang daku temui selama ini ....

Dan melalui semua ini seorang diri, aaaaah ... ga ada yang bisa daku komentari tentang rasanya. Daku hanya berharap jangan ada orang lain yang merasakan hal serupa seperti yang daku alami dan rasakan. Namun siapalah daku ini, Allah Maha Pengatur segalanya. Karenanya, daku berharap mereka dapat melalui dengan penuh keikhlasan, keimanan dan ketakwaan. Karena hanya sabar dan sholat sebaik2nya penolongmu ... Demi Allah, hanya itu, cukup Allah sajalah sebagai penolongmu, tiada Tuhan selain Allah ....

Maka saat Ramadhan ini pergi, rasanya daku pun menjadi semakin tersendiri. Karena selama ini, Ramadhanlah yang senantiasa menemani. Jadi tatkala habis waktunya, asli daku menangisinya sebagaimana daku berpisah dengan tahajud terakhir di Masjidil Nabawi Rajab 1435 H lalu, berurai air mata penuh rasa sedih ....

Karena menjaga keimanan dan kehormatan diri tanpa Ramadhan menjadi jauh lebih berat. Menjauhkan diri dari fitnah, menjauhkan diri dari kehinaan, menjauhkan diri dari kemungkaran, di saat waktunya tidak mengkondisikan kita untuk bisa bermesraan dengan Sang Khalik seperti halnya saat Ramadhan, maka itu sungguh berat. Kini daku harus mengupayakannya lagi sendiri .... Di saat sejuta urusan menghujam bertubi2, maka sungguh dibutuhkan konsentrasi ekstra tinggi agar daku tetap istiqomah dan tawakal, dan itu sungguh ... demi Allah tidak mudah ....

Semoga ... demi Allah semoga ... Allah menerima amal ibadah Ramadhanku dan ridho kepada hidupku dan matiku. Sungguh daku sudah tak tahu lagi rasanya kecuali hanya Allah saja yang daku tahu, dengan tipisnya keimananku ini. Daku tak lagi mampu mencerna urusan dunia yang sedang menghujam daku bertubi2 tanpa ampun ini .... Atsghfirullahaladzim .... 

Tapi demi Allah, daku ikhlas, daku ridho yaa Rabb, yaa Rahman, yaa Gafar, yaa Karim, yaa Rahim ... Daku sungguh bersyukur tidak Engkau jauhkan daku dariMu. Tidak terbayang bila dengan semua hal ini daku memilih bersenang2 dan melakukan hal2 yang tidak manfaat. Naudzubillahimindalik ... Makanya, untuk yang kesekian kalinya dalam bertahun2 lamanya daku senantiasa takjub dengan taqdir Allah yang menjadikanku tetap Islam dan sehat lahir batin. Masya Allah, betapa sayangnya Allah padaku. "Maka nikmat manalagi yang engkau dustakan ...?"


How do you heal a broken heart ?


How Do You Heal A Broken Heart Lyrics - Chris Wal…: https://youtu.be/ZZC-0SXRwQI

Just tell me, how ... ?
Even the most handsome orthopedist will not be able to heal it ... or he might have made it worst and ruin all ....

:p

NGGLIBET BAEEE ...

WHAT A DEFENCE PERSON !
Jadi ceritanya daku punya adik baru di kampus, perempuan, bedanya sepuluh taon ! Ini anak cantik, pinter, hidupnya secara materi sdh settle down dah, tapi cengeng dan ababilnya mana ampuun ....
Ini anak, kalau ketemu temen yg salah, kasihan, bahaya. Pasalnya ya itu tadi, dia ababil bgt ! Jd antara niat dan mau di hati seringkali ga sana ma yg dikerjain, ga istiqomah gitu, mungkin karena ga punya seseorang yg cerewetin kali yaaa ....
Nah, ini bukan bermaksud berghibah atau bergunjing, tp daku mo cerita gimana daku sebenernya ... Pasalnya, biar kate orang suka label-in daku tipikal yg supel, bla, bla, bla ... aslinya, daku org yg sangat lama melting dlm bersosialisasi. Border daku relatif tinggi ! Payah banget ... !
Daku jg bkn tipikal inisyator dlm temenan. Sohib kentalku saat kuliah di salemba dulu, itu jg krn dia yg proaktif dan nelponin daku ben malam pulang kuliah, dr pukul 22:00 mpe lewat tengah malam ! Hingga kini, Rere, sahabatku itu, jadi soul mate - ku yang paling dasyat deh ! 
Sahabatku yg lain di komunitas mobil, jg krn beliaunya mau berkunjung, dan aktif kom'si ma aku via sosmed, wa, besuk di RS, support dan sedekah tongkat, dll.  Info tiap ada jadwal kopdar dan ajakin ikutan, dst. Kalo ga digituin, ga bakal daku jd temen deket !Apalagi, Laras, demikian namanya, juga pernah mengalami meniscus, di lutut kirinya. Makanya, dia sedekahilah tongkat tunggal dia untuk daku. Dan kita jadi bias saling bertukar pengalaman perihal meniscus ini ... hehehehe ....
Nah yg ini niiiihh ... hadeeeuuh .., asli ngeglibetnya mana tahan ! Ke mana aja ngikut ! Daku mudik, minta ikut. Daku liburan taon baru, minta ngikut. Daku nganggur, diudak2 dijemputin ngemall. Daku diem2 aja ngumpet, dikepo'in luar biasa. Daku sakit ga bilang, marah2, nangis2, ngomel2 ga keru2an .... pucing ga tuh ?
Daku ga keberatan demi Allah deh. Cuma keder aja, daku di'butuh'in, diperhatikan org lain mpe segitunya. Bingung ... sbb daku nahuin, daku bkn org baik atau menyenangkan yg sampe dicari2 gituuu ... hehehe ....
TEMENKU LAKI SEMUA
Sejak TK mpe SD, sohibku laki, namanya Bowo, tetangga sebelah rumah, yg akhirnya jd saudara, gegara kakak sepupunya menikah dg om-ku (almarhum).
SMP, mulai ABG, temen cewe dan temen cowoku relatif sama banyak. Sekolah di sekolah khatolik selama 11 tahun lebih, membuat pola interaksi pertemanan kita agak ketat terkendali. Hehehe ....
SMA, wah jgn ditanya betapa 'ancur'nya gw. Hahaha, temenku laki semuaaaa cuuuuiii .. !!! Daku bahkan ngegang ma gang yang anggotanya cowo semua, cewenya cuma beberapa gelintir ! Ga lebih dari 5 orang keknya cewenya, itu pun karena cewe2 itu pacaran ma salah satu cowo2 itu ... termasuk daku ga yaaa ... ? Hahahaha ... Kepo deh kamyu ...
Hingga kini yang daku sahabatan kental dengan teman SMA adalah, seorang wartawan surat kabar di Bandung. Uniknya ya, semua sohibku cowo2 itu, ga ada yang satupun sekelas sama daku !!! Juga seorang anak ustadz kondang di kampung halaman yang hingga kini masih suka ketemu cuma sekedar ngopi, dengan tajuk "me time" ... ! Hahaha ... Terakhir daku ketemuan deseh nih dari sebelum maghrib hingga jam 00:00 lewat mpe indah café 2x gegara belajar bakal UAS daku soal akuntansi yang daku ga ngerti banget dah, baca laporan tahunan. Baik banget nih sohib mo ngajarin, bahkan modalin kalkulator duit2. Kwkwkwk ...
Segitu akrabnya daku berteman ma cowo2, ukurannya gini deh. Sampai dengan kuliah, daku kuliah di Jakarta, sementara mereka kuliah di Jogja, kalau mereka mudik dari Jogja pulang ke Tegal, tahu ga itu travel nurunin mereka di mana ? Di rumah dakuuuu ... !!! Hahaha 3 - 4 cowo langsung pada gletakan depan tv dah di rumah, gitu pun saat mereka mo balik ke Jogja, berangkatnya, dijemputnya ya di rumah dakuuuu ....
Ini kejadian mpe lulus kuliah, temen deket daku ya laki semua daah ... !!! Ada sih temen perempuan, normatif aja, tp boleh cek deh ma mereka seberapa intensif daku sering kongkow di kampus ubyang - ubyung ma gang cewe, ga pernaaaah ... !!! Ada juga yang dekat, tapi ya itu, karena mereka proaktif minta ikut mudiklah, ikutan daku liburan ke Jogja nemuin gang temen2 cowo2 ku itu ... Kalau ga digituin, ga bakal temenan deket dah ma mereka.
Aslinya, sohib beneranku masa kuliah ya tetep cowo. Mereka bisa loh, datang ke rumah liburan dari Jakarta padahal dakunya ga ada, jadi yang ada nemenin ibu pergi ke mana2. Mpe sekarang, mereka terakhir masih tuh datang berkunjung untuk liburan bareng ma istri dan anak2nya. Seru yaaaaa ....
Ada satu kejadian lucu saat sekali waktu daku pulang kuliah naik bis, ternyata yg duduk di sebelah adl anak kampus. Tahu2 ni laki tanya ma daku, kenapa daku ga pernah gaul ma kongkow di kampus .. ?!?! Hahaha ... ada yg notify gw ya, pdhl mahasiswa kan ribuan org, ngetop bingit gw dah !
Nah, bertambah usia, barulah daku punya sahabat2 perempuan. Tapi ya gitu deh, ga bakal kejadian kalo ga dimulai duluan, reseh ya daku ... ?! Makanya saat kuliah lagi di salemba daku punya dah tuh sohib perempuan. Skr kuliah lg pun, baru punya deh sohib perempuan, itu pun ya gitu, daku diekorin muluuu ....   :)
GA PUNYA ADIK LAKI2
Mungkin krn daku ga punya saudara (adik) laki2, daku jd suka tuh ngelece'in brondong2 ga di ktr ga di kampus. Daku suka sja godain, skak-in mereka, becandain. Lucunya, urusan daku tuh banyak ketemunya ma bronces2 alay gitu. Hahaha ....
Bersyukurnya, mereka jg sopan2 dan baik2 ... ga pd keberatan jg temenan ma emak2 ... hahaha ... Kadang daku belajar ma mereka yg br pd lulus kuliah ya, kan byk hal yg daku ketinggalan. Kadang sebaliknya, mereka bertanya ma daku.
Di kantor kadang daku kabur ma mereka pergi nonton saat jam kantor !!! Hahaha ... !!! Kalau ygdi kampus, kadang daku pigi nonton mpe 2 puteran, alias bersambung dr satu film ke film lainnya. Kocak bgt dah ....
Kenapa bukan laki2 yang lebih tua ? Sebab mereka biasanya cenderung becanda jorok dan bahasa tubuhnya cenderung sex harassment gitu. Makanya daku kurang nyaman bergaul ma cowo2 yang lebih tua. Mature sih one thing ya, tapi yang gini2 nya tetep ngeganggu.
Sementara kalau dengan yang lebih muda, mereka akan jauh lebih respect dan menjaga sikapnya. Daku bias godain mereka dan becandain mereka mateng banget dah mpe mereka mati gaya, ngata2in gitu. Hahahaha ... Rempongnya, biasanya bronces2 ini belum merdeka banget secara finansial, jadi daku kudu sering2 traktirin mereka. Hadeuuuh ... bangkrut kan yaaaa ... ? hahaha ...

Jd ya gitu deh temenan ala daku. Jd, kalau daku terkesan dingin2 gitu di awal pertemanan, khususnya dg perempuan, harap maklum ya. Dulu'in aja, in shaa Allah daku akan langsung nyamber kok (langsung ga ya ? Biasanya verifikasinya agak lama nih mpe daku trust betul ...). Tp kalo sdh temenan, in shaa Allah daku jaga deh ... persahabatan ini, begitcuuu ...
Btw thank you banget buat sohib2ku ya yg sdh ngertiin daku bgt, rere, laras, lili .... I love you all, gals ... ! Semoga Allah senantiasa meridhoi persahabatan kita ya sistaaaaa ... !!!

Brown eyes

Brown Eyes - Destiny's Child [Lyrics]: https://youtu.be/LrzV_gAmQbE

"Remember the first day when I saw your face ..."

Say something !


A Great Big World, Christina Aguilera - Say Somet…: https://youtu.be/-2U0Ivkn2Ds

"... and I'm, feeling so small ..."

PAKE WHEEL CHAIR GA YA ?

EARLY OF APRIL 2015

Bada isya, tiba2 saja daku pengen kontemplasi gitu lebaran tahun ini, ke sesuatu tempat, menyendiri. Bukaaaan ... bukan cengeng, bukan give up, bukan hit and run, bukaaaan ... I am just fine and 100% okay. I just need to think about my life and my future.

Maka tengah malam buta di awal april itu saya browsing deh tiket ke Lombok, begitu dapat, langsung cuuuus, pukul sebelas malem ke atm cuuuuiii ... bayar tiket, sebab maksimal 1 atau 2 jam gitu harus langsung melakukan pembayaran dari saat booking on line. Nasib orang hidup tanpa kartu kredit. Kwkwkkw ...

Kelar itu browsing hotel. Alamaaaaaak ... ternyata bayarnya harus pake kartu kredit ... !!! Ga lucu banget nih, udah bayar tiket pesawat tp ga dapat hotel gegara ga bisa bayar lantaran ga punya kartu kredit. Alhasil, dengan bantuan seorang sohib, daku bisa bayar deh itu bookingan hotel, dan sudah lunas dunk bayar ma yang mpunya kartu kredit.

Menyoal kartu kredit, asli memang koplak banget, mpe daku dikata2in brondong di kantor, gegara ga punya kartu kredit. Lagi menurut daku, ga urgent juga sih ya ? Lagian juga kerenan bayar pake kartu atm dunk ya, ga pake utang. Paling tuh, engap kalau ada insiden seperti kemarin saat mo bayar rontgen ma MRI lutut akhir April lalu, ternyata daku ga bawa kartu asuransi cobaaaa ... ? Ya udah, bayar kontan dah ya, 3 jeti something ... !!! Hahahahaha ... Miskin, miskin dah ... !!! #bisabelisepatubootduapasangtuh!

Entah kapan terakhir daku punya kartu kredit ni .. ? Keknya 2010 dah. Sudah cukuplah 15 tahun punya kartu kredit, dari Citibank, mpe kartu kredit bank merah, bank biru, bank oranye, sudah semua. Sekarang sudah insyaf, semoga istiqomah. Bukan perkara kebelit hutang, cuma ga' banget aja menurut aku. Walau kadang repot juga jaman sekarang hidup ga punya kartu kredit,tapi biarlah ....

TENGAH JULI 2015

Mulai galau dah. Saat berencana, daku masih bisa lari sana lari sini. Dan 2 (dua) hari sebelum keberangkatan, daku bingung, bijimane urusannye nih besok pagi kalau jadi pigi ? Untuk antisipasi, akhirnya daku telepon Garuda, daku jelasin dah semuanya, saat pesen sehat, saat mo berangkat sehat tp ya begini kondisinya. Sudah bias jalan, tapi tidak terlalu fleksibel beraktivitas. Bagaiamana baiknya ? Rekomennya, pesen wheel chair ! Oke deh, menurut saja, apa baiknya ....

Kebayang nih, jalan dari turun taxi, menuju check in counter, menuju boarding, menuju pesawat, tanpa belalai, naik turun bus, naek tangga pesawat, dst, hingga tiba tujuan, hingga balik lagi Jakarta. Therapy terakhir, sembari digosok2 ni lutut, daku berdiskusi ma therapistnya, gimana baiknya. Solusinya, pakai kursi roda !

Sehari sebelum jadwal keberangkatan, bada ashar akhirnya mutusin telpon rumah sakit, ternyata si ganteng sudah pulang. Fine ! Bicara ma suster pa dokter jaga gitu, rekomennya, pakai knee brace, pakai tongkat satu, pakai elastic band. Sarua keneh ....

Ga puas, telepon lagi ma therapist yang biasa pegang daku. Jawabannya, sami mawooooonn ... !!!

HARI - H

Turun taksi, kaca mata jatuh. Antrian periksa tiket panjang mengular. Begitu masuk, dokumen di tangan juga pada terlepas dari tangan jatuh berantakan. Junjung koper ke conveyer x-ray, tiba di ujung, si koper jatuh pula. Lanjut wraping koper, terus jalan menuju check in counter, mulai dah, daku ditabrakin orang lalu lalang. This is Indonesia, man !!! No body's care to disable people like me ! They just don't care ! Dan daku makin nervous ....

Kelar check in, daku ditanya, "Ibu pesan wheel chair ?" Daku jawab, "Ya." Lalu daku diminta mendatangi  special services counter untuk dapatin wheel chair, selisih beberapa meja dari tempat daku check in tadi. Setelah lapor, daku diminta menunggu di sofa yang tersedia di depan special service check in counter.

Sekitar 30 menit sebelum keberangkatan, seorang petugas perempuan menghampiri dan mempersilakan daku menaiki wheel chair yang ia bawa. Didoronglah daku melalui setiap pemeriksaan tanpa antri hingga tiba di boarding room. Menunggu sebentar, didorong lagi menuju lift, turun, lalu daku sudah berada di area landasan pacu, menunggu mobil khusus wheel chair, didorong, dinaikin ke mobil, terus di antar ke tangga pesawat.

Nah, tahu dunk, tangga pesawa itu kan agak goyang2 yeess ? Begitu turun, si mba langsung bilang, diangkat aja kursinya. lalu kedua mas yang nyupir dan kawannya sudah bersiap ngangkat kursi berikut dakunya ke atas pesawat. Oh, no ... !!! "Ga usah, mas. Biar saya jalan saja, saya bisa," cegah saya. Kasihan, kaya apa capenya, puasa2 ngangkat kursi roda berikut orangnya ke atas pesawat ? Perlahan-lahan, akhirnya tiba juga daku di kursi yang tak jauh dari emergency exit.

Asli ya, sebenernya daku kan sudah bisa jalan, walaupun, kelancarannya up and down, ga jelas gitu, kadang lancar, kadang macet. Cuma menyoal jalan sejauh itu di bandara, agak2 gimana gitu dakunya. Dijabanin kejauhan, dan tantangannya terlalu complicated gitu. Sementara kalau ga dijabanin kok sepertinya terlalu berlebih2an. 

Tapi sungguh, nervous di keramaian karena pergi sendiri dengan keterbatasan begini di area public saat peak season begini, itu jadi pertimbangan serius buat dakuh. Jadi yaaaa ... mohon maaf lahir batin bila daku terpaksa memanfaatkan fasilitas ini, karena asli ... daku dalam kondisi yang belum terlalu bisa untuk melalui itu semua.

Dan itu semua terbukti saat hari - H. Seandainya saja daku suruh melenggang sejauh itu, ga akan baiklah sepertinya buat ini lutut. Alhamdulillah sudah dimudahkan urusannya oleh Allah dan mendapat pertolongan banyak orang. Bahkan sepagi itu saja, daku sudah mendapat teman baru di FB dengan si mbak yang dorong wheel chair - ku dan seorang teman baru lagi dari pekan baru saat menunggu boarding.

Selamat lebaran ya temans. Selamat Hari Raya Idul Firti 1436 H. Taqaballahu waminna waminkum, shiyamanna washiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin ya, atas setiap lisan yang tak terjaga, sikap yang melampaui batas, perilaku yang menyakitkan. Semoga amal ibadah Ramadhan kita diterima dan mendapat ridho Allah SWT. Aamiin ... Aamiin ... Aamiin ... Allahumma aamiin ....