Wednesday, 31 July 2019

Muktamad Sudarso bin Imam Sudarso

Senin, 16 Desember 2013, pukul 16:00 wib, di pelataran parkir, sebuah pesan pendek tanpa notifikasi saya terima. Isinya, "Firlly saya dengar Pak Muktamad meninggal dunia ..." Ternyata pesan pendek dikirim oleh seorang sahabat, senior almamater SMAN 1 Tegal, yg berdomisili di Bandung.
Innalillahi wainailaihi rojiun, panik, saya telpon semua orang, adik, sahabat, ibu, bapak, semuanya saya telpon untuk membantu mencari konfirmasi. Sementara upaya saya menghubungi ponsel Pak Muktamad tak mungkin, krn ponsel saya hilang saat lebaran lalu.
Memasuki kawasan pondok indah, konfirmasi dari seorang sahabat yg lain, rekan satu angkatan, mengaburkan pandangan mata karena basah. Innalillahi wainailaihi rojiun, telah berpulang bapak guru, orang tua, sahabat kami yang tercinta, Bpk. Muktamad Sudarso bin Imam Sudarso. Beliau berpulang pukul 15:30 selepas adzan ashar, di RSD Pemalang. Saya pun mengemudikan si jeruk sambil menangis sesenggukan sepanjang perjalanan pulang...
Bapak Muktamad berpulang karena sakit dan sempat dirawat selama 9 (sembilan) hari di RSUD Pemalang setelah terjatuh seusai mandi saat hendak berpakaian, mengenakan celana panjang.
Saat Sabtu, 20 Desember 2013 saya menyambangi rumahnya, saya menjumpai istri beliau yang luar biasa bersahaja & tabah. Sang istri pun mulai berkisah banyak hal. Tentang kekhawatiran beliau bilamana berpulang sementara putra bungsunya masih butuh 3 (tiga) semester lagi merampungkan kuliah. Tentang niatnya beliau berhaji dan berumroh. Tentang keinginannya untuk pergi ke jakarta, mengunjungi saya lagi, muridnya ....
Aiiih, sedih nian hati ini mendengarnya. Saya bertemu belia terakhir kali saat reuni sekolah, 10 Agustus 2013 lalu di SMAN 2 Tegal. Saat itu teman2 mengatakan kepada beliau, bahwa saya tidak akan datang. Namun Pak Muktamad meyakini sebaliknya, "Menurut hati kecile aku, iwing pasti teka. Ora mungkin ora teka ..." katanya dengan logat pantura yg kental, meyakinkan balik teman2.
Maka entah kebetulan atau bukan, beliau adalah orang pertama yang menyambut saya di lobi sekolah saat saya datang menghadiri reuni pagi itu. Subhanallah ... Dan beliau menceritakan pembicaraan beliau dgn beberapa teman sebelumnya.
Saya, mengenal Pak Muktamad sejak kelas 1. Beliau adalah guru matematika kelas 3, khusus utk jurusan fisika dan biologi. Perawakannya tinggi besar dan jago bela diri. Beliau adalah guru yg sangat disegani. Caranya mengajar yg sangat 'sadis' membuat siswa sebel, takut, sekaligus pinter !
Saat beliau mengajar, tangan kiri memegang penghapus, tangan kanan memegang kapur. Keduanya bergerak cepat, saat tangan kanan usai menulis rumus, tangan kiri langsung menghapus sedetik kemydian. Hahaha ... Sadis kan ?
Beliau mengajar hanya 15 menit, sisanya yg 30 menit langsung ulangan. Hasil ulangan langsung dikoreksi saat itu, diberi nilai, dan dimasukan daftar nilai saat itu juga dan dibaca keras2 hingga seisi kelas mengetahui nilai kami masing2.
Nilai tertinggi ulangan du kelas jarang sekali ada yang mencapai lebih dari 5. Nilai ulangan saya tertinggi adalah 3,5. Tapi coba lihat hasilnya, tidak sedikit siswanya yg nilai ujian matematika NEM nya 10 sempurna karena betul semua !!!! :-)

Tuesday, 9 July 2019

BERATNYA JADI LAKI-LAKI

Subhanallah betapa beratnya menjadi laki-laki ....

Bayangkan andaikan ia berilmu, ia tahu wajib bagi dirinya shalat yang 5 (lima) waktu ke masjid, berjalan kaki, karena di setiap langkahnya ada pahala dan menggugurkan dosa-dosa ...

Bayangkan berilmu maupun tak berilmu, ia wajib bertanggung-jawab atas kehidupan selain anak laki-laki dan anak perempuannya, juga cucu perempuannya, adik perempuannya, kakak perempuannya, keponakan perempuannya dan tentu saja istrinya ....

Bayangkan ia wajib, wallahi wajib bagi dirinya untuk bekerja, mencari nafkah memenuhi kebutuhan keluarganya, meninggalkan rumah seharian menunaikan amanah yang ada di pundaknya ....

Bayangkan ia tak boleh menolak bila diperintahkan berperang kepadanya, wallahi karena berperang wajib baginya dalam agama Allah yang mulia .... 

Bayangkan bila ia menghendaki seorang wanita, ia harus mampu membayar mahar bagi sang wanita, dan bilamana ia belum mampu menghalalkan syahwatnya maka disyariatkan baginya untuk berpuasa, betapa beratnya ....

Bayangkan setiap kesalahan yang dilakukan oleh istrinya wallahi itu menjadi dosanya, baik kesalahan yang nampak di matanya maupun yang tersembunyi dari pandangannya ....

Bayangkan bila kelak ia menceraikan istrinya, ia harus memberikan mut'ah kepada ibu dari anak-anaknya secara pantas, pun meninggalkannya dalam keadaan yang pantas dan mulia, serta tetap menafkahi anak-anak laki-laki keduanya hingga mereka balig dan anak-anak perempuan keduanya dinikahi laki-laki yang kepadanya berpindah tanggung jawabnya ....

Bayangkan di atas semua bebannya, ia tetap harus mengutamakan ibunya, melebihi apapun di dunia, karena ibunya adalah kunci surganya, apapun dan bagaimanapun adanya dengan istrinya, anak-anaknya, keluarganya, karena ibu bukanlah sesuatu yang dapat disandingkan sebagai pilihan di antara semuanya, melainkan keniscayaan tanpa tanya .... 

Subhanallah lalu kenapa ... 

Perempuan-perempuan itu sibuk bekerja sedemikian rupa ? Ke mana ayahnya, kakeknya, saudara laki-lakinya, pamannya, suaminya ? Sunguhkah mereka tak tahu apa yang menjadi tanggung jawabnya yang Allah perintahkan dan tetapkan atas diri mereka ? Subhanallah ... 

Sunday, 7 July 2019

"IKUT KAJIAN DI MANA ?"

Syahdan suatu pagi, sebelum tiba di kantor saya berniat untuk membeli sarapan seporsi mie ayam gerobak yang cukup hits di bilangan melawai, Jakarta Selatan. Hari itu masih pagi, belum pukul 07.00 wib, sementara jam kantor saya dimulai pukul 07.30 wib.  

Namun rupanya sang pedagang mie ayam yang hits itu belum berjualan. Mereka baru saja mulai persiapan dan merapikan gerobaknya. Beberapa pelanggan rupanya sudah datang dan menunggu. Dari kejauhan tampak salah satunya seorang ibu berkhimar panjang syar'i tengah duduk menunggu. 

"ASSALAMUALAYKUM ..."

Maka setelah memarkirkan kendaraan, saya berjalan menuju kursi yang tersedia di sekitar gerobak mie ayam. Belum juga saya tiba di kursi, tiba-tiba sang ibu berkhimar syar'i sudah 'menyambut' saya dengan mengucapkan "Asalamualaykum ..." dengan suara yang cukup lantang dan ramah sekali serta senyum lebar, seolah kami adalah sahabat yang lama tak bertemu. Maka saya pun dengan sangat bahagia menjawab salamnya, lalu menjabat tangan dan mencium kedua pipinya, masyaa-a Allah, alhamdulillah. Betapa saat itu adalah awal hari yang sangat istimewa dan penuh keberkahan, suatu pagi yang diawali dengan salam penuh doa dari seseorang yang baru dikenal tapi terasa sangat tulus, alhamdulillah ....

IKUT KAJIAN DI MANA ?

Maka sejurus kemudian, kami pun terlibat pembicaraan dan perkenalan yang akrab. Setelah berkenalan, tiba-tiba beliau bertanya, "Ikut kajian di mana ?" Masyaa-a Allah. Sesungguhnya saya kaget sih ditodong dengan pertanyaan seperti itu. Pertanyaan tersebut bagi saya lebih terkesan sebagai 'tuduhan' seolah-olah saya adalah orang yang rajin mengikuti kajian. Subhanallah ....

Iya, ikut kajian di mana ? Pertanyaan ini terkesan biasa. Namun dulu pertanyaan ini jarang menghampiri saya. Dulu bila bertemu dengan orang baru, biasanya setelah saling berkenalan maka pertanyaan pertama yang ditujukan kepada saya adalah "bekerja di mana ?". Kini bila saya bertemu orang baru, pertanyaan yang datang pada saya berbeda. Kadang saya baru juga duduk, setelah mengucapkan salam, sudah ditanya, "Ikut kajian di mana ?" Subhanallah ....

SEBAIK-BAIKNYA TEMPAT BAGI PEREMPUAN

Sungguh Islam adalah agama yang sempurna. Islam adalah agama yang sangat menjaga keberadaan perempuan. Sesungguhnya agama Islam mengajarkan, sebaik-baiknya tempat sholat bagi seorang perempuan adalah di kamarnya. Bahkan sebuah hadits menyebutkan, bahwa, "Sholat seorang perempuan di kamarnya adalah lebih baik daripada di ruang tengah rumahnya. Sholat seorang perempuan di rumahnya adalah lebih baik daripada di masjid di kampungnya. Dan sholatnya seorang perempuan di masjid di kampungnya adalah lebih baik daripada sholatnya di Masjid Nabawi" (HR Ibnu Hibba 1227) Subhanallah. Allahualam ....

Jadi, sesungguhnya saya tidak mengikuti banyak kajian atau mengunjungi masjid-masjid untuk menyimak kajian. Kajian yang saya ikuti lebih banyak menyimak kajian sunnah di radio yang saya putar selama 24 jam baik saat berkendara maupun di rumah.

Saya menikmati tausiah kajian-kajian menarik dan penting dari para ulama salaf melalui radio seperti kajian Ustadz Syafiq Riza Basalamah tentang Gelas-gelas Kaca yang membahas seputar keluarga Islami dan Ustadz Erwandi yang membahas tentang muamalah yang sesuai sunnah dari soal waris hingga yatim, dagang hingga zakat, hutang hingga riba, dan sebagainya yang sangat bermanfaat untuk disimak dan menjadi ladang ilmu yang membantu kita agar senantiasa beramal shalih sesuai yang Rasulullah contohkan. Masyaa-a Allah, alhamdulillah ....

Sesekali saya menghadiri kajian di masjid seberang rumah yang alhamdulillah sangat banyak kajian sunnahnya. Saya juga pernah menghadiri kajian di sebuah masjid atau rumah kajian yang berjarak sekitar 5 - 7 km mungkin dari rumah. Namun yang demikian sangat jarang saya lakukan, bila mengikuti kajian ke masjid, saya lebih sering mengunjungi masjid seberang rumah karena kajian sunnahnya cukup banyak. Maka cukuplah bagi saya bila rindu suasana masjid berkunjung ke masjid tersebut.

Di masjid seberang rumah saya dapat menyimak kajian langsung yang disampaikan Ustadz Firanda dan Ustadz Oemar Mita yang juga banyak membahas tentang Keluarga Islami. Alhamdulillah beliau berdua memiliki jadwal tetap untuk memberikan tausiah di masjid seberang rumah di setiap bulannya. Alhamdulillah.

Beberapa waktu sekitar setahun hingga beberapa bulan lalu, saya beberapa kali menyempatkan diri mengikuti kajian di masjid kantor. Qadarullah saat itu ruangan kerja saya tak punya ruang shalat terpisah, maka lebih baik bagi saya pergi ke masjid kantor yang berada di halaman pabrik, dan cukup berjalan sekitar 100 meter saja. Walaupun tak menjadi keutamaan bagi saya sebagai perempuan untuk ke masjid, namun kondisi darurot itu membawa hikmah bagi saya untuk memperoleh banyak ilmu dari sejumlah ustadz yang menyampaikan kajian ba'da shalat dhuhur hampir setiap hari, alhamdulillah ...

Belakangan setelah ruang sholat tersedia, maka saya tak perlu lagi shalat di masjid, namun saya tetap dapat menyimak kajian melalui pengeras suara yang terdengar jelas dari balik jendela samping ruang sholat yang kebetulan ruang kerja saya saling berbelakang dengan tembok masjid kantor, alhamdulillah ....

Saya juga sering menyimak video kajian sunnah ulama salaf favorit yaitu Ustadz Khalid Basalamah tentang Mahkota Pengantin yang membahas seputar keluarga Islami atau sejumlah ulama dari luar negeri seperti Mufti Menk dari Inggris dan Dr. Naik ulama dari India yang bermukim di Malaysia.

Namun sebaik-baiknya tausiah bagi seorang istri tentu adalah dari suaminya, yaitu kunci surganya, yang insyaa-a Allah akan menjadi pemimpinnya di dunia dan akhirat dan akan senantiasa membimbingnya menuju surga tertinggi, firdaus. Maka dari suaminyalah seorang istri akan memperoleh banyak tausiah secara langsung baik ilmu maupun perbuatan amal shalih yang dilakukan di antara keduanya. Masyaa-a Allah, alhamdulillah ....

Maka saat usai romadhon lalu saya kelelahan mencari khimar pesanan seorang kerabat, dan saya baru saja mendudukan diri di lantai karpet sang pedagang pemilik gerai khimar, lalu tiba-tiba beliau ikut duduk di depan saya dan sejurus kemudian dia pun menyodorkan pertanyaan yang berat itu, "Ikut kajian di mana ukhti ?" Subhanallah ... saya pun lagi-lagi speechless tak berdaya dibuatnya, Allahu akbar !

Saturday, 29 June 2019

"MUKANYA PUCAT BANGET ?"

Ada yang aneh nih ma ni kepala. Sakitnya ga nahan. Makanya pagi tadi masuk ruangan satu orang langsung tanya, "Mba Firlly kenapa mukanya gitu, pucat banget ?" Daku senyum2 aja. Agak siang seorang yang lain, "Eh Fir, muka lo pucat banget ..." tanyanya. Aslinya sih, ini kepala sejak pagi sakit banget. Cuma ya masa mo ke dokter terus ya ?

Instalasi Gawat Darurat, Day 2

Rabu, 14 Oktober 2015
Niat hati pagi2 mo balik ke rumah sakit gatot kaca, alias gagal total kakehan c******. Ternyata ini badan balik lagi meriang, panas tinggi, menggigil dan sakit kepala. Tp ini hari daku ga peduli lg dah ma isi rumah mo berantakan juga.
Daku masih sempet nyiapin sarapan healthy kick, mencoba makan walaupun ga habis. Sisanya, piring kotor setumpuk bener2 daku biarin aja menggunung di basing. Sementara daku sejak pagi bikin jahe panas tp si putih ngegletak aja di kaki. Yang ada gegara nginjek buntutnya yg panjang itu, timbang si utih kenapa2, maka jahe panas pun tumpah ke mana2. And I just don't care, hahaha ... karena ga da tenaga lg utk nyapu ngepel.
Maka menjelang pukul sebelas menenteng si kecil hitam daku masukin dia ke pet shop utk menginap. Tp kata yg penjaganya masih kekecilan. Ya sud, beli ciki sekarung 8 kg terus si item kubawa lg, pindah ke pet shop yg lain. Done ! Bisa nginep si item. Pppffh ... kelar deh 2 urusan. Buru2 pulang ....
Tiba di pos jaga, daku minta satpam ke rumah utk nurunin karung ciki ma ngangkat koper ke mobil. Smtr si karung daku gletakin di belakang, kubuka lebar, supaya mpus bisa mam sepuasnya selama daku ga ada.
Terhuyung2, nyupir ke RS. Premier Bintaro yang jaraknya cuma 5 km - an dari rumah. Itu pun nyupir sudah nabrak2 separator jalan gegara perhitungan saat belok sudah ga' precise lagi, udah ga bias konsen. Tiba RS langsung ke lobby, nurunin koper, langsung cus cari parkir. Giliran udah jalan ke IGD, kartu asuransi ketinggalan di mobil. Terpaksalah, panas2, letoy, balik lagi ke parkiran ambil kartu asuransi.
Tiba di lobby, lihat petugas admin yang ga ramah, gendut, merengut, ga kerudungan, eye shadow biru, rasanya udah mau nimpuk. Mencoba sabra, daku anteng di pojokan. Setelah sekitar sejam nunggu, alhasil daku nyelak aja masuk IGD, nanya mau rebahan di sebelah mana ? Alhamdulillah, akhirnya dapat juga ranjang di pojokan. Asli sejak bada dhuhur, daku baru masuk ke kamar setelah pukul 17:00 wib. Rasanya ? Sudah bego maksimal.  
RASANYA SUDAH MAU MATI
Menjelang pukul 3 dini hari, daku demam sudah 39,8 derajat celcius. Selimut tebal rangkap 4 (empat), warmer on (penghangat listrik dengan selang berdiameter 10 cm) masuk di bawah selimut menjaga badan tetap hangat, ac kamar dimatiin, daku menggigil sampai kejang-kejang.
Seluruh badan berguncang tidak terkendalil, kaki terhentak-hentak ga' karu-karuan, sakitnya ini meniscus sudah ga bisa diomong. Baca istighfar saja setengah mati, ga terucap. Dua orang suster sibuk merawat, sementara daku meminta suster untuk memeluk, "Peluk saya suster, peluk saya, tindihan badan saya, suster ..." Daku berharap daku tidak terlalu kedinginan dan badan tidak lagi berguncang-guncang, karena kejang-kejang itu ternyata melelahkan,, apalagi dengan kondisi kaki seperti ini .....
Kondisi itu berlangsung hingga lewat pukul 05:00 wib dan daku baru bisa tertidur setelah tengkurap, masih dengan setumpuk selimut dan warmer, sehingga rasa dingin dapat lebih diminimalisir.
Pagi itu, hasil cek darah, ternyata HB daku kembali turun ke angka 5. Bila kondisi normal di angka 11, sementara bila akan donor darah harus 12,5, maka Hb 5 itu ... sesuatu banget ya ? Maka yang daku rasa itu, kepala sakit, badan ga bisa bangun dari kasur, maunya rebaaaaaah ... mulu ....
BESUKIN SAYA DUNK, DOK ...
Agak siang, daku WA dokter gula jawa yang baik hati itu,
Gw : "Dok, besukin saya dunk .... kalau dokter ga sibuk sih ... "
Dr   : "Memang di mana ?"
Gw : "375"
Maka pukul 09:26 wib, suster masuk kamar memberi kabar, "Bu Firlly ada Dokter Sapto Aji visit ... " Hahahaha ... padahal bukan visit, tapi kunjungan seorang sahabat. Berdaster dan belum mandi, kucel maksimal, sang dokter menemui daku,
Dr   : "Kenapa ?"
Gw : "Sudah mau mati nih, dok ..."
Dr  : "Jangan dunk ... ! Kenapa, sus ...?"
Sr   : "Anemia ..."
Dr  : "Anemia ? Memang HB nya berapa ?"
Sr  : "5"
Dr  : "Lima ? Makan yang banyak dunk ..."
Gw : "Doain dunk, dok ..."
Dr  : "Ooooh ... itu sih pasti ... Makan yang banyak, ya ?"
Gw : "Iya, dok ... terima kasih ya ... "

Tuesday, 16 April 2019

THE QUEEN OF THE RING

DO YOU LIKE IT ?
"Do you know that the size of the ring is bigger that it should be ?" No ...
"But I know it fits in your finger." Yes, alhamdulillah ...
"Do you like it ?" Yes. It is beautiful. Thank you ....

(While a woman doesnt understand even has never realized the meaning of "the woman's best friend". Hence she doesnt know how to response properly while she got this such of thing😂)

WHERE IS THE RING ?
Washing the plates and glasses. "Where is your ring ?" I put it off. "Why ?" I am afraid that it would be broken. "It would be not. It is insuranced. Put it on ..."

INNALILLAHI !!!
On the way, did safar. Subhanallah ! Darling I left the ring ! "Where did you put it off ?" In my mother's bed room. On her cupboard beside the bed. "Ask someone to keep it soon. Is there anyone at home ?" Yes there are, but I will do it as soon as all the people come home. Let them do it.

Within minutes later ... Darling it is saved. "Alhamdulillah ..."

DO YOU WANT TO KEEP THE RECEIPT ?
"This is the box. This is the bag. Do you want to keep it ?" Yes, sure.
"Actually you can keep the receipt too if you want. Do you want to keep the receipt ?" I dont think that I want to keep it. I think it would be better for me if I dont know how much the price of the ring. Or I will sell it if I know the price of it😉

NO WAY, I THINK I WAS BOUGHT A WRONG RING
Subhanallah, no way ! Darling I think you bought a wrong ring. "What ? What do you mean ?" I think it is too much for me. It is too expensive. I have never had this such of thing. "Look. Don't say that ! I bought it for you. It is not a wrong ring. It is yours ..."

THE RING IS MADE FOR YOU
"You know, I was looking alot of the designs at the website before. But I did not like it and the carrat was too small. Then I went to the store. I am not rich so that I can not buy the expensive one but I will buy that I afford. Then I found this one. I asked to the guy to show me. This guy was so nice with beard on his face. Then he shew me. I knew it would be beautiful in your finger." How did you know that ? "I can imagine it"

"Actually the store only has few things for each model. And there is only one size that is fit for you that the store made. Actually the ring was made for you." Masyaa-a Allah. Alhamdulillah.

WHERE IS THE RING ?
"Show me your finger. I know it you don't wear your ring. Where is the ring ?" I through it away. "What do you say ?" I through it to the garbage ... 😂 (i was upset)

Saturday, 13 April 2019

ADAB & AKHLAK SEORANG IBU (MERTUA)

IBU YANG BERAKHLAKUL KHARIMAH

IBU YANG BERAKHLAKUL KHARIMAH
Usianya sudah hampir 80 tahun. Anak lelaki tertuanya baru saja menikah. Suatu hari ia bersama anak kesayangannya itu dan istrinya yang baru dinikahinya melakukan perjalanan bersama. Ketiganya menumpang kereta. Beliau duduk berdampingan bersama menantunya. Duduk berhadap-hadapan ketiganya, sang ibu bersama menantunya berhadap-hadapan dengan putera kesayangannya yang duduk sendirian, menunggu kereta berangkat.

Tak lama datanglah seorang gadis muda yang rupanya karcis kursinya tepat di sebelah sang putera tercinta. Sang ibu yang sangat mulia hatinya ini, masyaa-a Allah, langsung memerintahkan anaknya untuk berdiri, dan bertukar tempat duduk dengannya. Beliau perintahkan anak lelakinya agar duduk berdampingan dengan istrinya, sementara dirinya duduk bersebelahan dengan gadis muda tadi. Masyaa-a Allah, bukan sekedar meminta, namun memerintahkan, dengan segera.

Masyaa-a Allah, betapa beliau sangat menjaga perasaan menantunya, anak perempuan orang lain, yang tak pernah dikenalnya sebelumnya, yang bukan siapa-siapa baginya selama ini, namun kini menjadi istri anak lelaki kesayangannya. Sang menantu bahkan sempat berucap apa-apa pun tidak, namun sang ibu mertua telah lebih dulu berbuat sesuatu yang memperlihatkan betapa mulia hatinya, alhamdulillah ....

IBU YANG BERILMU BARU BERAMAL
Sebelumnya sang putera berkisah kepada istrinya persis di pagi hari pertama setelah pernikahan mereka. Selama ini, ibunya selalu membangunkannya untuk sholat subuh dengan memanggil namanya serta mengetuk pintu kamarnya. Segera setelah sang putera menikahi istrinya itu, sang ibu tak lagi membangunkannya, memanggil namanya pun tidak, apalagi mengetuk pintu kamarnya. Masyaa-a Allah. Betapa mulia hati beliau ini. Wallahi, sesungguhnya anak laki-laki adalah milik ibunya sampai kapan pun, hingga akhir hayat keduanya. Tapi betapa beliau sangat berbesar hati memberikan kesempatan kepada menantunya untuk turut menyayangi anak kesayangannya itu, dengan memberinya privasi. Alhamdulillah ...

Maka jangan ditanya romantisme keduanya itu, ya, ibu dan anak lelaki kesayangannya. Betapa anak lelaki itu sangat menghormati ibunya demikian rupa. Menyiapkan makannya di setiap waktunya, mengambilkan piring, nasi dan lauk pauknya, menyiapkan sarapan, membuatkan teh panas setiap kali selesai makan. Ia cuci pula piring dan semua alat makan setiap mereka selesai makan.

Suatu ketika dibelikannya ibunya 3 wadah es krim, karena ia tahu betul ibunya sangat menyukainya. Dipilihkannya pula sandal baru bagi ibunya, pun isterinya, saat ia perlu membeli sandal untuk dirinya. Masyaa-a Allah. Anak lelaki ini sangat menghormati ibunya begitu rupa, Allahu akbar. Apapun yang akan dilakukannya, ia selalu bertanya dulu kepada ibunya. ia tuntun dan gandeng tangan ibunya ke mana pun ia pergi. Masyaa-a Allah. Meleleh ? Pastilah air mata ini tumpah melihat keindahan cinta di antara keduanya, romantisme surga antara ibu dan bakti anak lelakinya. Masayaa-a Allah ...
Ibrah, betapa berilmulah sebelum beramal, betapa beradablah sebelum berilmu. Semoga kita para muslima dapat memetik hikmah dari tauladan yang keduanya contohkan ... aamiin aamiin aamiin yaa Rabbal alamiin ...

Friday, 28 December 2018

SUBHANALLAH, DULU DAKU SENORAK ITU !!!

ASTAGHFIRULLAHALADZIM

Astaghfirullahaladzim ... astaghfirullahaladzim ... astaghfirullahaladzim ... ternyata dulu daku senorak itu ....

SETIAP HARI SELFIE
Dulu daku hampir setiap hari selfie. Tidak cukup sekali, dalam sehari bisa jadi daku selfie berkali-kali, pagi, siang, sore, malam & hampir di setiap kesempatan berbeda daku selalu selfie. Sungguh selfieku lebih banyak dari istighfarku atas dosa-dosa selfieku, sungguh selfieku lebih banyak dari sholawatku untuk Rasulullah, yang dengan ijin Allah kelak akan memberikan syafaatnya untukku akibat dosa-dosa selfieku.

Sekarang pun istighfarku, tahmidku, tasbihku, sholawatku tetap masih tak mampu lebih banyak dari dosa-dosa selfie yang pernah aku lakukan terdahulu, tapi aku berjuang sekuat tenagaku untuk tidak melanjutkan dosa-dosaku, daku berusaha menyelamatkan bapakku dari dayyuts, walaupun mungkin beliau tak tahu arti dayyuts, dengan meninggalkan kebiasaan selfieku ....

SETIAP WAKTU BERNYANYI
Dulu daku setiap waktu bernyanyi. Wallahi hijrah terberatku bukan menutup aurat, tapi berhenti bernyanyi ! Subhanallah ...

Sejak kecil ikut lomba nyanyi, juara nyanyi sana-sini, ngamen, ngeBand, sana-sini, hingga eyang putri berkomentar, "Seburuk-buruknya suara di dunia adalah suara keledai. Dan suara perempuan bernyanyi adalah seperti suara keledai..."

Subhanallah ... hadits itu Beliau sampaikan padaku kalau tak salah ingat saat daku juara lomba nyanyi pertama kali, kelas 2 SMP ... dan daku belum mengenal sunnah saat itu. Jangankan sunnah, Rukun Islam dan Rukun Iman saja mumgkin daku masih tak paham betul. Astaghfirullahaladzim ....

Sekarang, walaupun berhenti bernyanyi itu adalah hal yang masih sangat sulit, tapi aku sungguh berjuang sekuat tenaga untuk tidak sering bernyanyi seperti dulu. Sesungguhnya pahala sebuah amalan adalah sebesar usahanya. Allahu akbar ... !

Daku kini mengganti menyimak lantunan lagu-lagu dengan frekuensi radio yang hanya memperdengarkan tausiah, murojaah dan syiar lainnya selama berkendara ke mana pun daku pergi. Daku pun hanya mendengarkan radio yang sama di rumah yang daku perdengarkan di dalam rumah 24 jam tanpa henti. Daku juga meninggalkan kebiasaan menonton tv kecuali streaming channel Al Quranul Kareem yang memperlihatkan suasana Masjidil Hatam, Mekkah, 24 jam. Daku juga berhenti bermain piano dan berniat menjual piano itu sesegera mungkin ....

MUBAZIR KATA-KATA serta MUDHARAT
Dulu daku pun sering mubazir dalam berkata-kata. Daku tak menjaga lisan. Mubazir adalah satu hal, namun kata-kata yang MUDHARAT adalah hal lain yang jauh lebih buruk. Subhanallah ....

Demi apa ? Kesenangan ? Becanda ? Olok-olok ? Sungguh kesenangan yang membawa tawa mampu mengeraskan hati. Sungguh banyak tertawa akan mengeraskan hati. Astaghfirullahaladzim ...

Becanda ? Sungguh Allah akan bangunkan sebuah rumah di tengah surga bagi siapa saja yang meninggalkan kebohongan walaupun ia bercanda. Subhanallah. Artinya kadang manusia membuat candaan di atas kebohongan dan itu dilarang. Astaghfirullahaladzim ....

Sekarang, daku senantiasa berjuang sekuat tenaga untuk lebih banyak diam. Sungguh Allah lebih menyukai orang yang sedikit bicara daripada yang banyak bicara. Dan sesungguhnya bila tak mampu berkata baik maka diamlah.

Dan masyaa-a Allah, qadarullah, Allah jadikan daku kini hidup dalam situasi yang dalam sehari semalam di setiap harinya membuat daku tak perlu banyak bicara. Sungguh manusia hanya perlu punya satu hal, niat, nawaitu lillahita'alla dan Allah akan mengatur selebihnya sehingga manusia menyadari bahwa Allah-lah sebaik-baik pembuat rencana, Allah-lah Maha Pengatur atas segala sesuatu. Bilamana Allah berkehendak atas sesuatu, maka kun fayakun, jadilah apapun yang Allah kehendaki di muka bumi ini ....

KHUSYUK MEDSOS
Innalillahi wainnailaihi rojiun ... hal yang satu ini ... sungguh manusia telah disibukkan dengan medsos melebihi kesibukan beribadah. Sungguh manusia lebih sering membaca status medsos ketimbang membaca Al Quran ..  astaghfirullahaladzim ...

Dulu daku pun begitu, begitu khusyuk dengan medsos untuk hal yang sia-sia. Daku telah bersenang-senang dengan medsos, mengumbar kata-kata tak manfaat dan seringkali abai dari menundukkan pandangan atas segala kemaksiatan yang lalu-lalang di dunia virtual, berdebat sengit dengan sesama fakir ilmu (agama), dan banyak lagi keburukan lainnya. Astaghfirullahaladzim ...

Sekarang, daku pun sepertinya masih membuka gawai, smartphone hampir setiap waktu setiap hari, namun daku sungguh berjihad fisabilillah meninggalkan semua keburukan yang pernah aku lakukan terdahulu. Daku berusaha menjaga lisanku di sosmed, daku berusaha menyebarkan ilmu walaupun itu sangat sedikit,  sebaliknya daku jadikan berselancar di dunia virtual hanyalah mendatangkan manfaat yang menjadikanku bertambah ilmu (agama) yang menambah keimanan dan ketaqwaanku. Subhanallah ... naif betul yaaa ... mana mungkin melakulan itu di sosmed ? Mungkinkah ?

Daku pun berusaha meninggalkan perdebatan dengan siapa pun termasuk di sosmed. Sungguh Allah akan bangunkan rumah di tepian surga bagi siapa saja yang meninggalkan perdebatan walaupun ia benar. Dan meninggalkan perdebatan tanpa rasa ujub, sungguh sebuah perkara besar tentang belajar sabar dan sebaik-baiknya akhlak yang sebenarnya. Masyaa-a Allah ...

Dan membaca Al Quran, membiasakan diri setiap hari membaca Al Quran, subhanallah ... buat daku yang 11 tahun sudah menghabiskan waktu bersekolah di sekolah kaum kufar yang beragama nasrani, maka sungguh ... daku telah tertinggal sangat banyak kesempatan dan waktu berharga untuk mampu membaca Al Quran dengan baik, apalagi menghafal Al Quran. Maka kalau hanya 'sekedar' membiasakan diri membaca Al Quran masih juga tak mau daku lakukan, subhanallah ... betapa kufurnya saya ... Bila mereka yang mahir membaca Al Quran saja baginya satu pahala dan para malaikat akan menyertainya, sementara bagi mereka yang membaca dengan terbata-bata baginya dua pahala, masih juga tak mampu menggerakan hati saya, padahal 1 huruf Al Quran adalah 10 pahala, subhanallah betapa banyak kerugian bila saya mengabaikannya ....

Namun wallahi ... daku sungguh berusaha keras untuk memperbaiki diri dari waktu ke waktu dengan meninggalkan kebiasaan burukku, meninggalkan yang mudharat menjadi manfaat ... Sesungguhnya tak ada hijrah fisik, atau hijrah perbuatan tanpa hijrah hati. Dan daku berharap daku mampu istiqomah dalam berhijrah karena sesungguhnya istiqomah adalah hidayah ....

Daku sungguh ingin anak cucuku kelak juga seluruh saudara/iku seiman berkesempatan untuk memgenal, mempelajari, mencintai, membela agama Allah jauh lebih baik dari yang mampu aku lakukan, agar kelak mereka memiliki keimanan dan ketaqwaan sebagaimana para sahabat, para tsabiin dan tabi tsabiin, para salafus shalih. Aamiin aamiin aamiin yaa Rabbal alamiin ...

DAKU SENORAK ITU
Subhanallah ... ternyata dulu daku senorak itu. Terbayang betapa banyaknya dosa yang menggunung karena miskin ilmu...

"Rabbana zholamnaa anfusanaa wa illam taghfirlanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal khaashiriin..." (Surat Al Ar-raf ayat 23) Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi ..."

Sungguh daku tak bermaksud riya dengan catatan ini, melainkan berbagi pengalaman kadang perlu bagi manusia untuk memikirkan kembali apa-apa yang pernah dilakukan selama ini, apakah mendatangkan manfaat ataukan hanya mengantarkan diri ke neraka jahanam. Naudzubillahi mindalik.

Maka sampaikanlah barang satu ayat. Maka saling bersyiarlah, saling mengingatkanlah, saling menguatkanlah dan saling mendoakanlah. Kelak di akhirat nanti manusia akan dikumpulkan dengan orang-orang yamg sejenis kamu, maka berkumpullah dengan orang-orang yang shalih selama hidup di dunia. Karena kelak orang-orang yang demikian tak saja hanya saling dikumpulkan namun Allah perkenankan untuk saling memberi syafaat, saling tolong-menolong untuk diselamatkan dari siksa api neraka sehingga mereka bisa selalu bersama-sama hingga di jannah Allah tertinggi, surga firdaus. Masyaa-a Allah ...

Mohon maaf lahir dan batin ..
281218

Thursday, 8 November 2018

Rumahku atas namaku ...

ISLAM, NASSARO dan YAHUDI

Fulani : Rumah yang baru saya beli, dibeli atas nama saya, karena memang belinya pakai uang saya. Uang suami untuk kebutuhan operasional sehari-hari, uang saya untuk beli aset keluarga.

Nassaro : Rumah saya atas nama saya. Istri saya boros. Dia kerja masa minta ongkos transport sama saya ? Yang bayar sekolah anak2 saya, bayar kebutuhan rumah saya, semua2 saya, lah masa dia kerja masih minta ongkos saya ? Enak aja. Kemarin minta belikan tiket pesawat untuk pulang kampung saya bilang "nanti dulu ..."

Fulana : Saya juga, rumah atas nama saya bukan atas nama istri saya

Fulan : Saya juga ah. Nanti kalau nikah aset2 akan saya atas namakan saya bukan istri saya.

Subhanallah ...
Demikianlah. Al Quran telah menyebutkan dalam surat Al Baqarah, bahwa kaum yahudi dan nassaro saling berselisih tentang penguasaan ilmu di antara mereka. Namun ketahuilah, kaum yahudi adalah kaum yang sombong karena sesungguhnya mereka berilmu, tahu ilmu tauhid tentang keesaan Allah tapi mereka tak mengamalkannya. Sementara kaum nassaro adalah kaum yang sesat karena mereka beramal namun tak berdasarkan ilmu. Subhanallah ... betapa Islam melalui Al Quran dan hadits telah menjelaskan tuntunan hidup manusia dengan begitu sempurna.

ISTRI TAK WAJIB MENCARI NAFKAH

Bukan perkara harta diatasnamakan siapa. Tapi betapa hukum asalnya adalah suamilah yang wajib menafkahi keluarga bukan istri. Al Quran menyebutkan agar perempuan berdiam di rumah2 mereka bahkan untuk ibadah (sholat) sekalipun.

Betapa bila hal terbutuk terjadi di antara suami istri semisal hingga terjadi perceraian, sungguh Allah telah mengatur apa yang menjadi hak istri dan apa yang menjadi hak suami. Maka bila di antara mereka tidak mematuhinya sesungguhnya mereka telah berbuat dzalim. Naudzubillahi mindalik.

Subhanallah

Monday, 5 November 2018

Because I am The Best

There is no one will treat you better than I am, I am the most suitable person for you, because I am the best.
How can you so sure about it ?
Because I know you and you know me.
But it is not enough. It needs something more.
Listen. I always do my best for you and I always try to do my best for you.

B, 5th Nov 2018

Tuesday, 23 October 2018

KALIMAT TAUHID ITU APA SIH ?

Kafirun tetiba bertanya, "Kalimat Tauhid itu apa sih ?'
Fulan, "Itu ... laailaha ilallah .."
Fulana, "Itu ... yang ada di bendera ..."
Kafirun, "Terus kenapa diributin ? Banser kenapa ?"
Fulan, "Ini saya lagi baca .."
Fulana, "Itu ... banser membakar bendera yang ada tulisan Tauhidnya ..."
Kafirun, "Itu 'kan cuma salah paham saja, ga usah dibesar-besarin ..."

Fulani, "Kalimat Tauhid itu mengandung kalimat syahadat yang digunakan umat Islam untuk menunjukkan keIslamannya dan mengislamkan seseorang yang hendak masuk Islam. Ada dua bendera dalam Islam, Ar Rayah dan Al Liwa, keduanya bertuliskan kalimat Tauhid biasa digunakan dalam perang. Keduanya memang panji simbol Islam yang tidak boleh diperlalukan demikian seperti yang dilakukan banser."

Fulanu, "Memang sekarang sedang perang ?"

Fulana, "Seperti yang ada di bendera Arab Saudi itu loh. Mereka khawatir itu bendera HTI ..."
Fulani, "Itulah sebabnya bila ada peringatan yang mengharuskan bendera setengah tiang dalam even internasional, bendera Arab Saudi tidak boleh diturunkan setengah tiang, karena ada kalimat Tauhid di dalamnya..."

Fulanu, "Sudah, sudah, diturunkan tensinya ga usah emosi tegang ... mending kita bicarakan besok kita makan apa, hahahahaha .."

Subhanallah, seorang kafir di antara 7 (tujuh) orang muslim. Demikianlah bedanya, antara Islam, Iman dan Ihsan, antara muslim, mukmin dan muhsin ...

Sesungguhnya "Tak ada orang yang beriman kepadaKU dan Muhammad tapi ia berkasih-sayang dengan orang yang menistai ayat Allah ..." Subhanallah ..
Sesungguhnya seorang menistai ayat Allah maka jangan dekati ia, hingga ia bertobat atau kalian sama saja, munafik ..." Subhanallah

Betapa pentingnya menuntut ilmu (agama) dan mengenal agamamu, sehingga mencintai agamamu ...
Sesungguhnya perbedaan mereka yang berilmu dengan orang-orang yang tidak berilmu adalah bagaikan perbandingan bulan dan bintang ...

Masyaa-a Allah ...

Saturday, 20 October 2018

PAKAIAN ITU MEMAKSAMU

Sungguh,
Hijab panjang itu akan memaksamu untuk menahan dirimu ...
Jangankan untuk berbonceng ojek dengan laki2 yang bukan mahrammu, pergi ke pasar pun, pada sudut hati yang terdalam terasa sangat malu ...
Malu, karena diri serasa berada di tempat yang salah dan untuk urusan yang salah ...
Subhanallah ....

Sungguh,
Gamis panjang itu akan memaksamu untuk menjaga sikapmu ...
Jangankan untuk berbantah bicara dengan orang lain yang membencimu, berjalan dengan sekedar mengangkat kepalamu pun terasa tak menentu ...
Tak menentu, karena merasa badan sudah terlanjur terperangkap dalam nawaitu dan tak ingin itu tak selaras dengan perilaku ... 
Subhanallah ...

Sungguh,
'Fitnah terbesar' yang tersembunyi itu akan memaksamu untuk mengabaikan duniamu ...
Jangankan untuk bekerja sekalipun itu darurat bagimu, meninggalkan mihrab demi mengisi kosongnya perutmu pun terasa begitu membelenggu kalbu ...
Membelenggu kalbu, karena dien menggelayut rindu tentang keutamaan berdiam di ruang peraduan bagi setiap (calon) ibu ...
Subhanallah ... 

Sungguh,
Keindahan yang terbuka itu semakin menjadikanmu tak tahu ...
Jangankan istiqomah dalam hijrahmu, melafazkan niatpun terasa kelu ...
Kelu, karena diri tak pernah tahu yang utama adalah mengejar ilmu agamamu bukan duniamu ...
Subhanallah ...

Sungguh,
Ketasyabu'anmu pada laki-laki semakin menyeretmu menjauh ...
Jangankan untuk kaffah dalam muammalah dan ibadahmu, mengejar hidayah pun seperti tabu ...
Tabu, karena 'sesungguhnya kamu di atas agama temanmu' dan kamu tak percaya itu ...
Subhanallah ...

Sungguh,
Kesyirikanmu akan fitnah dunia semakin menjebakmu ...
Jangankan untuk zuhud pada perkara dunia yang menghinakanmu, menjauhkan diri dari riya' justru bagai melepas rindu ...
Melepas rindu, karena semakin keras usahanu semakin syafwatmu terpedaya bahkan hanya pada sepasang sepatu baru ...
Subhanallah ...

Astaghfirullahaladzim ....


Wednesday, 3 October 2018

PROSES

Bermula dari bercelana panjang, berpakaian ketat hingga bergamis longgar ...
Bermula dari berkerudung pendek terikat di belakang, berhijab lebar hingga berkhimar panjang ...
Bermula dari yang mungkin dahinya terlihat, alis indah terlihat, hingga sepasang mata saja ....

Ternyata semua ada prosesnya ...
Masalahnya siapa dan kapan yang mau memulakan dan melalui proses itu ....
Subhanallah ...

Friday, 28 September 2018

SEHARUSNYA ...

Seharusnya ....
Ada masanya dulu kerudung pendek terikat di belakang menjadi menutup dada dengan kerudung lebar ...
Ada masanya, kerudung lebar menjadi hijab panjang ....
Ada masanya hijab panjang menjadi khimar yang menutup sekujur badan ....
Subhanallah ....

Seharusnya ...
Ada masanya dulu bercelana panjang menjadi rok panjang ...
Ada masanya rok panjang menjadi gamis panjang ....
Ada masanya yang berwarna menjadi hitam legam agar tak menarik perhatian ....
Subhanallah ....

Seharusnya ....
Ada masanya dulu tangan terbuka menjadi menutup hingga punggung tangan ....
Ada masanya kaki telanjang tak ingin lagi terlihat orang ....
Ada masanya wajah yang memandang menjadi tersembunyi demi ketaqwaan ...
Subhanallah ...

Seharusnya ....
Ada masanya dulu berjabat tangan dengan yang bukan mahram menjadi memelihara wudhu dengan penuh keyakinan dan tak risau dengan cibiran ....
Ada masanya memaklumi aurat diri pada ipar menjadi menjaga diri sepenuhnya atas pandangan siapapun yang bukan mahram ...
Subhanallah ...

Seharusnya ....
Ada masanya dulu berulang tahun, bertahun baru, berpesta dansa & bersenang-senang menjadi istighfar atas tasyabu' yang pernah dilakukan ...
Ada masanya bersenandung, bermusik, menggambar menjadi keyakinan atas keniscayaan sebuah kebenaran ancaman dan kemurkaan ....
Subhanallah ...

Seharusnya ...
Ada masanya dulu sujud yang fardhu hanyalah sekedar menggugurkan kewajiban menjadi harus tegak tepat di awal ....
Ada masanya rawatib yang purba menjadi sayang bila satu saja rakaatnya ditinggal ...
Ada masanya tahajud yang penuh perjuangan menjadi kerugian besar bila kesiangan ....
Ada masanya dhuha yang tertutup tipu daya kehinaan dunia menjadi sebuah keistimewaan sedekah untuk tubuh sendiri yang selalu diinginkan ....
Ada masanya sholat wudhu yang tak dikenal menjadi peluang yang sangat menjanjikan keberuntungan besar di hari kemudian ....
Masyaa-a Allah ....

Seharusnya ....
Ada masanya dulu antara adzan & iqomah terisi banyak doa menjadi sujud sunnah yang penuh dengan dzikir dan doa untuk dimohonkan ....
Ada masanya derasnya hujan sebagai romantisme keindahan menjadi rezeki atas datangnya tanda waktunya memanjatkan berjuta permintaan ...
Masyaa-a Allah ....

Seharusnya ....
Ada masanya dulu begitu mudah bepergian menjadi berat kecuali sebelum adzan berkumandang telah tafakur di atas sajadah yang tergelar layaknya bersiap menunggu ajal ...
Ada masanya dulu shaum romadhon sebagai suatu ketiadaan lagi pilihan menjadi selalu memaksakan diri pada setiap shaum yang sunnah walau itu bak negosiasi tiada akhir hingga iftar melawan syahwat & bujukan syeitan ....
Subhanallah ...

Seharusnya ...
Ada masanya dulu riya segala urusan dunia menjadi penyesalan yang panjang atas sebuah kefakiran ilmu & tuntunan ....
Ada masanya memamerkan diri nan terpedaya pujian menjadi meninggalkan fitnah terbesar & kehinaan yang sungguh merendahkan ....
Subhanallah ...

Seharusnya ....
Ada masanya dulu congkak tak berbatas menjadi jihad fisabilillah yang tiada pernah usai ... dan kecongkakan begitu sulit dikalahkan ...
Ada masanya berkawan baik dengan kemarahan menjadi sebuah musuh besar pun bukti betapa kebodohan teramat-sangat yang pernah dilakukan dengan penuh kebanggaan ...
Subhanallah ....

Seharusnya ....
Ada masanya dulu, hazad dan suudzon senantiasa menyesatkan menjadi belajar zuhud dan keqonaahan ....
Ada masanya rasa malu yang tercecer menjadi hijrah untuk sebaik-baiknya sifat - akhlak perempuan ....
Subhanallah ....

Namun ....
Sejak dulu hingga sekarang masih saja bercampur laki-laki dan perempuan ...
Sejak dulu hingga sekarang masih saja para mahram itu membiarkan akhwat-akhwat mereka safar sendirian ....
Sejak dulu hingga sekarang mengikuti sunnah masih saja belum banyak yang ingin mengenal ...
Sejak dulu hingga sekarang syubhat begitu menyambar-nyambar ...
Sejak dulu hingga sekarang mereka masih saja mengira hidayah itu adalah gratisan tanpa perlu dikejar ...
Subhanallah ....
Astaghfirullahaladzim ....


- KA. Sindoro, Gambir- Tegal

Monday, 17 September 2018

KE MANA PARA LELAKI ITU ?

PEREMPUAN SHALIHAH

Sebaik-baiknya perempuan shalihah adalah yang tidak banyak melakukan safar (bepergian) seorang diri. Sebaik-baiknya perempuan shalihah adalah perempuan yang banyak berdiam di rumah-rumah mereka. Bila untuk shalat saja, sebagai ritual ibadah yang terpenting yang bakal dihisab pertama kali saat manusia mati kelak, bagi perempuan, tempat terbaiknya adalah di dalam mihrabnya, di kamar mereka, di dalam rumah mereka, maka coba cerna dan pikirkan baik-baik ... maka adakah ... wallahi ... adakah hal yang lebih baik dari shalat yang membuat perempuan menjadi baik bila ia melakukan safar dan meninggalkan rumahnya ? Subhanallah ... demi Allah tidak ....

KE MANA PARA LAKI-LAKI ITU ?

Maka ke mana ayah para perempuan itu ? Ke mana suami para perempuan itu ? Ke mana kakek para perempuan itu ? Ke mana saudara laki-laki para perempuan itu ? Ke mana para paman para perempuan itu ? Ke mana para lelaki yang seharusnya bertanggung jawab untuk memuliakan para perempuan itu ? Subhanallah ....

Ke mana ilmu agama mereka itu, wahai para lelaki ? Sehingga mereka membiarkan perempuan-perempuan itu meninggalkan tempat terbaiknya ? Sehingga mereka terjebak dengan tipu daya dunia, kesibukan dunia yang mengkhilafkannya, melalaikannya dari akheratnya, hal yang lebih penting bagi dirinya yang dengan berdiam di rumah sesungguhnya Allah telah memuliakan mereka ? Masyaa-a Allah ....

MEREKA MENGIRA ....

Para perempuan itu mengira, meninggalkan rumahnya pun tergolong sebagai ibadah dan amal shalih. Para perempuan itu mengira, bercampur-baur dengan laki-laki yang bukan mahramnya adalah tak mengapa. Para perempuan itu mengira, berdua-dua dengan laki-laki yang bukan mahramnya di kendaraan, di atas motor, di dalam taksi, di ruang kerja, di lokasi/tempat kerja di lapangan dan seterusnya membebaskannya dari syahwat dan setan yang setiap waktu menyambar-nyambar hati dan pandangan mata mereka ? Tidaklah yang demikian ini sebuah kebenaran melainkan mereka telah mencampur-adukkan antara hal yang haq dengan yang batil. Subhanallah ....

MUDAHNYA SURGA PEREMPUAN

Tidakkah para perempuan itu tahu betapa mudah baginya menuju surga ? Cukup baginya sholat 5 (lima) waktu, puasa romadhon dan patuh tentang hal yang ma'ruf kepada suaminya, maka ia boleh memasuki surga dari pintu surga manapun yang ia mau ! Masyaa-a Allah ...

Betapa mudahnya ! Betapa Allah memuliakan mereka !

Tidakkah para laki-laki itu tahu, hak para perempuan ini atas diri mereka ? Tidakkan para laki-laki itu tahu ilmunya, hukumnya tentang ini, bahwa kelak mereka akan ditanya bagaimana mereka memperlakukan para perempuan yang seharusnya menjadi tanggung jawab mereka ? Subhanallah ....

BETAPA MERUGINYA

Namun betapa meruginya manakala para perempuan mengira tetap ada kebaikan dengan pilihannya meninggalkan rumah-rumah mereka. Wallahi betapa meruginya, manakala para laki-laki itu membiarkan istri-istri mereka, anak-anak perempuan mereka terpedaya oleh urusan dunia yang hina, yang seharusnya bukan menjadi tanggung jawab mereka, bekerja ....

Betapa meruginya, manakala para laki-laki itu menjadi ayah dan menjadi suami dari anak-anak perempuan dan istri-istri mereka tanpa berbekal ilmu agama melainkan hanya menggugurkan syahwat mereka semata ? Maka demikianlah yang terjadi kemudian, mereka tak tahu apa yang seharusnya seorang laki-laki pertanggungjawabkan di akherat kelak, atas dirinya, dan atas para perempuan yang menjadi urusan mereka, ibunya, istrinya, anak-anak perempuannya, saudara-saudara perempuannya.

Wallahi berimanlah wahai para lelaki atas setiap ketentuan Allah, bahwa tempat terbaik bagi perempuan yang shalihah adalah berdiam di rumah-rumah mereka. Wallahi qonaahlah wahai perempuan atas setiap pemberian Allah atas dirimu,  bahwa sungguh Allah hanya menghendaki kebaikan bagi dirimu. Subhanallah ....

DARUROT

Kecuali ... perempuan-perempuan itu menghadapi keadaan darurot sehingga mereka terpaksa bekerja, terpaksa meninggalkan rumahnya, terpaksa menafkahi dirinya sendiri, menafkahi saudaranya, menafkahi orang tuanya, menafkahi anak-anak mereka, karena kelalaian para lelaki yang seharusnya bertanggung jawab dan memuliakan kehidupan mereka, para perempuan. Wallahi, sesungguhnya di balik kesulitan ada kemudahan. Maka bertaubatlah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Masyaa-a Allah ....

BERILMULAH

Sungguh, berilmulah baru beramal sehingga setiap diri kita senantiasa beramal shalih didasari dengan ilmu dan dalil yang jelas, yang pasti, sesuai tuntunan, sebagaimana yang disebutkan dalam Al Quran dan sebagaimana yang Rasulullah contohkan. Sungguh, Rasulullah pernah bersabda bahwa "Perumpamaan seorang yang alim (berilmu agama) dengan ahli ibadah (yang tak memiliki ilmu) adalah seperti kedudukan Aku dengan orang yang terendah (ilmu agamanya) di antara kalian ... "

Dan bilamana seorang perempuan meninggalkan rumahnya, 4 (empat) syeiton menyertainya, dan apabila ia kembali ke rumahnya maka 8 (delapan) syeiton bersamanya. Naudzubillahi mindalik ...

Subhanallah ...
Astaghfirullahaladzim ...


Wednesday, 29 August 2018

ISTIQOMAH

HIJRAH

Alkisah pada sebuah masa saya berketetapan hati untuk mulai meninggalkan urusan dunia. Saya berusaha meninggalkan riba, melepaskan harta, sudah hampir sepuluh tahun belakangan menutup semua kartu kredit. Saya pun kala itu bertekad bilamana dalam waktu dekat saya memperoleh rezeki lebih banyak dari biasanya, maka saya akan menyedekahkannya kepada mereka yang berhak tanpa banyak berhitung.

Maka tibalah saat itu. Saya pun menyedekahkan sebagian besar uang saya yang banyaknya tidak seberapa dibandingkan orang-orang kaya, namun saya sungguh menyedekahkan dalam jumlah jauh lebih banyak dibanding yang saya sisakan untuk diri saya sendiri. Sejauh itu semua terlihat normal. Alhamdulillah ...

Hingga tak lama berselang, jebreeeeet ... ! Datanglah 'ujian' itu. Saya kehilangan tas yang segala sesuatu yang penting ada di dalamnya. Maka saya kehilangan 2 (dua) telepon genggam yang nilainya belasan juta rupiah, saya kehilangan seamplop mata uang asing yang jumlahnya juga sangat tidak sedikit bagi saya, saya kehilangan 'tabungan' sebuah logam mulia yang nilainya akan sangat bermanfaat bagi saya sebagai cadangan (saya tidak punya tabungan uang dalam bentuk cash di bank), saya kehilangan kacamata - yang mana kacamata saya ini harganya lebih mahal daripada telepon genggam yang mampu saya beli, saya kehilangan semua kartu penting dalam dompet saya, atm 4 bank, kartu npwp, 2 sim, sebuah stnk, kartu berobat, dst yang saya tak ingat lagi dan malas mengingatnya ....

Itu pun belum seberapa, saya ditipu 3 orang yang bermuamalah dengan saya yang 2 di antaranya tak kunjung menunaikan kewajibannya pada saya. Innalillahi wainnailaihi rojiun ....

Subhanallah ... sempat blank isi kepala saya selama kurang lebih satu jam, terbengong-bengong dengan besarnya nilai kehilangan yang buat ongkos haji berdua saja masih sisa ... hingga seseorang gadis cantik asal turki di sebelah saya tiba-tiba meminta saya mendoakannya, karena ia sedang ditimpa kesusahan ....

Masyaa-a Allah ... di saat saya tengah susah payah mencerna makna kehilangan urusan dunia yang tak seberapa, tiba-tiba Allah pertemukan saya dengan seseorang yang membutuhkan saya ! Bukan harta saya yang dibutuhkannya, bukan tenaga saya yang dibutuhkannya ! Tapi doa saya !!! Dan saya bukanlah siapa-siapa ! Saya bukanlah orang yang ia kenal ! Masyaa-a Allah ....

Maka saya pun segera menanyakan siapa namanya, apa persoalannya, dan segera setelah ia pergi saya pun shalat sunnah 2 rakkat untuk menenangkan hati saya dan juga mendoakan dia sambil berurai mata, malu dengan ketamakan saya, memohon ampun atas kesombongan juga riya yang mungkin saya lakukan tanpa saya sadari dengan seluruh nawaitu hijrah saya selama ini, pun mendoakan gadis tadi agar dihapuskan segala kesulitan dan kesusahan hatinya ....

HIKMAH
Demikianlah, sekali manusia ini berikrar untuk hijrah dan menulai jihad fisabilillah, maka saat itu pulalah Allah mengujinya. Apakah ia, khususon saya, bersungguh-sungguh dengan hijrah saya untuk meninggalkan urusan dunia yang hina ini ?

Apakah saya akan tetap istiqomah dengan nawaitu saya untuk berhijrah setelah Allah ambil seluruh harta saya tak bersisa ! Apakah saya akan tetap lurus dalam niat untuk meninggalkan urusan dunia yang hina ini setelah Allah jadikan saya fakir, sefakir-fakirnya dalam harta ?  Subhanallah ....

Dan lihatlah apa yang terjadi kemudian ? Mungkin karena saya ikhlas dengan ujian itu, dalam sekejap Allah ganti rejeki saya. Teman-teman bersedekah untuk saya, nilaimya pun cukup besar untuk bisa membeli telepon genggam lagi yang baru. Namun saya sudah bertekad saya akan kembali sedekahkan pemberian teman-teman itu, dan saya hanya mengambil secukupnya untuk kebutuhan saya. Alhamdulillah .. maka uang pemberian teman-teman kembali saya sedekahkan kepada orang-orang yang lebih membutuhkan uang daripada saya. Semoga Allah menjadikannya amal shalih bagi saya. Aamiin yaa Rabbal alamiin ...

Hikmah berikutnya, saya terbebaskan dari banyak potensi kemaksiatan dan hal yang tak bermanfaat yang biasanya sangat mudah diperoleh pada telepon genggam yang punya lumayan banyak fitur sebagaimana telepon genggam yang saya miliki selama ini. Dan tak punya harta sama sekali bahkan untuk membeli telepon genggam yang baru sungguh membuat saya terbebas sebebas-bebasnya dari urusan dunia yang satu ini. Asli, dengan hanya bermodal telepon jadul maka saya sungguh tak bisa berbuat banyak dalam "bersibuk-sibuk" di dunia maya, Sungguh saya bersyukur Allah jadikan saya terhindar dati keburukan ini ....

Bahkan hingga saat ini, telepon genggam jadul yang saya miliki hanyalah sebuah telepon genggam jadul yang harganya seharga tagihan listrik rumah 2200 kwh, itu pun kesulitan untul dicharge karena kabel chargernya sudah rusak. Hahaha ... masyaa-a Allah ... alhamdulillah ...

HIDAYAH
Hidayah itu rezeki. Hidayah iti bukan (sepenuhnya) diberi. Hidayah itu harus dicari, dikejar, diminta, diupayakan. Bukan untuk sekali untuk memdapatkan hidayah namin untuk setiap hal dalam aspek kehidupan semoga kita mendapatkan hidayah agar kita senantiasa hidup di jalan yang lurus sebagaimana yang Allah perintahkan, sebagaimana yang Rasulullah tuntunkan ....

Terlihat seperti berada di titik nadir ya ? Bukan, melainkan inilah saatnya kita belajar qoanaah, menerima dengan setiap ketetapan Allah atas diri kita, yang Allah tuliskan 50.000 tahun lalu sebelum seluruh jagad raya alam semesta dan seisinya diciptakan ! Jadi hidup mati rezeki jodoh setiap manusia telah dituliskan sejak saat itu ! Tak mungkin berkurang sedikt pun waktunya, tak mungkin tertukar sekalipun peruntukannya, tak mungkin terhindarkan pula ajalnya ! Masyaa-a Allah ...

Rasulullah bersabda, "Jadikanlah dirimu sebagai orang yang tengah melakukan safar dan berhenti untul beristirahat dalam persinggahan" demikianlah sebaiknya manusia memandang dunia yang hina. Maka ambillah segala sesuatu seperlunya jangan berlebihan.

Rasulullah pun bersabda, "Sungguh dunia lebih hina dari bangkai kambing yang cacat telinganya !" Masyaa-a Allah ...

Subhanallah ..
Alhamdulillah ...
Laailaha ilallah ...
Allahu akbar !

Tuesday, 28 August 2018

KETIKA HIDUPKU BUKAN LAGI MILIKKU

Seringkali kita mengira hidup kita sepenuhnya milik kita. Kenyataannya ... ternyata kita harus berbagi kehidupan kita dengan orang lain karena bisa jadi mereka berhak atas sebuah kebaikan yang bisa diperoleh dari diri kita ...

SEPERTI TAK PUNYA TETANGGA SAJA !

Demikianlah hardik tetangga depan rumah saya dengan keras dari balik kemudi mobilnya, saat beliau baru tiba dari makan malam (mungkin) sementara saya terduduk di kursi belakang kanan taksi dalam keadaan lunglai hendak menuju IGD rumah sakit. Singkat cerita, sejak malam itu, kapanpun saya butuh pertolongan berkendara ke rumah sakit, saya "terpaksa" menghubungi tetangga depan rumah itu, sepasang suami istri yang sebaya dengan saya, supaya saya tidak mendapat "kemarahannya" lagi ....

Dan mereka, tetangga yang sangat baik hati sungguh memegang teguh janjinya bahwa tetangga adalah saudara terdekat. Maka mereka rela mengantar saya ke IGD pada malam-malam berikutnya setiap kali saya sakit, menunggui saya hingga pukul 2 dini hari, membesuk dan menunggui saya di hari berikutnya, dan hal ini terjadi tidak hanya sekali. Masyaa-a Allah. Alhamdulillah. Semoga Allah memuliakan mereka ....

Sesungguhnya ... saya memetik ibrah dari kejadian dulu itu. Bahwa maksud dan niat baik saya untuk tidak merepotkan orang lain, bisa jadi menghalangi orang lain untuk beramal shalih, menunaikan kewajiban khususon dalam berbaik-baik dengan tetangga ... masyaa-a Allah ...


BU, ANAKNYA GA PERNAH NANGIS YA ?

Pertanyaan ini muncul dari seorang adinda yang terpaut hampir 12 tahun dengan saya, saat bertanya kepada ibu. Dengan yakin ibu pun menjawab pasti dan menganggukan kepala, "Iya ..." (saya tak pernah menangis) ...

Alkisah adinda teman kuliah ini adalah anak bungsu yang sangat mudah sekali menangis. Dan setiap kali ia berkeluh kesah pada saya sambil menangis tak ayal reaksi yang muncul dari saya kepadanya adalah memarahinya dengan "kejam" ... jadi anak perempuan harus tegar dan jangan cengeng !!! Kalau saya sedang baik maka saya akan mentertawainya, apa layaknya sebuah kesulitan hidup harus ditangisi sedemikian rupa ? Hahaha ... bolehlah menangis ... namun jangan sering-sering ... Allah lebih menyukai orang yang kuat daripada yang lemah, baik kuat mentalnya maupun kuat fisiknya ....

Hingga tiba pada suatu perkara saat saya sakit dan datang kuliah dengan kedua tongkat saya untuk berjalan, sementara adinda sedang tidak kuliah sore itu dan hanya mendapatkan gambar saya dari seorang teman, kontan ... tangis dia pecah dan dia menghubungi saya sambil menangis sesenggukan mengatakan betapa ia sangat menyayangi saya dan mengapa saya tidak mau memberi tahu kepadanya bahwa saya sedang sakit dan butuh pertolongan ?

Sekali lagi ... demikianlah saat hidup saya bukan lagi milik saya ... Dan saya tak tahu harus bersikap bagaimana ... subhanallah ...

Dan akhirnya kembali saya harus memberi kesempatan kepada orang lain untuk dapat beramal shalih, menjenguk orang sakit dan memudahlan serta menyenangkan orang yang sedang sakit ...

Tahukah apa yang adinda ini lakukan kemudian ? Hampir tiap akhir pekan usai kuliah ia membawa saya ke mall, repot-repot booking kursi roda, mendorong saya mengitari mall Pondok Indah 1 & 2, lantai 1 sampai lantai 3, memarkirkan saya di salah satu sudut untuk shalat, mendorong saya seharian dengan tubuhnya yang ... agak gemuk itu (tentu repot mendorong kursi roda dengan tubuh seperti itu) hingga kakinya lecet berdarah-darah ... masyaa-a Allah ... !!!

Semoga Allah senantiasa merahmatinya karena telah berbuat kebaikan kepada saya ...


KAMU MENGANGGAP KITA APA, MASIH RAHASIA-RAHASIA ?

Maka saat saya tidak pernah mengabarkan kepada banyak orang tentang hari/tanggal kelahiran saya, maka demikianlah ... "Kamu menganggap kita apa, masih rahasia-rahasia ... ?" Subhanallah ....

Padahal jangankan hari/tanggal lahir, saya bekerja di mana pun tidak pernah saya sebutkan secara terang-terangan di hampir seluruh akun media sosial saya .. .

Pun setiap kali saya berkesempatan mengunjungi Baitullah, saya tidak pernah meng-up date status saya di akun-akun media sosial saya bahwa sedang melakukan ibadah umrah. Hal ini adalah kebiasaan saya sejak saya berkesempatan melakukan umraah yang pertama kali dan hal ini tetap menjadi kebiasaan saya setiap Allah kembali mengundang saya untuk mengunjungi Baitullah ....

Dulu saya baru berkisah biasanya setelah kembali dari tanah suci dan mencatatnya dalam blog saya. Hal ini saya lakulan dengan maksud untuk berbagi pengalaman spiritual kepada sesama saudara/i surga tentang nikmatnya meninggalkan urusan dunia dan hanya bersibuk-sibuk dengan urusan akherat, walaupun hal itu hanya beberapa hari saja ...

Persoalannya ... siapa yang mampu mengendalikan sifat buruk manusia hina seperti saya ini, riya, pamer keshalihan dan amalan yang tengah saya lakukan ? Kecuali saya memohon keridhoan Allah untuk menjaga saya dari itu, menjauhkan saya dari sifat itu dan menyelamatkan saya dari dosa karena hal buruk itu, riya, pamer tentang amal shalih yang saya lakukan ? Subhanallah .. yaa Rabb ...

Maka bila hal yang demikian ini kembali menjadikan saya mendapati kenyataan bahwa hidup saya bukan lagi milik saya ... maka sesungguhnya Allah-lah Maha Pemilik dan Maha Kuasa atas segala sesuatu, maka apalah daya saya ?

Sungguh riya adalah syirik kecil yang lebih buruk dari dosa besar. Dan terdapat 3 (tiga) golongan manusia yang paling awal masuk neraka dan ketiganya adalah karena riya ! Subhanallah !! ! Yaa Rabb amuni saya ...


KIRAIN SIAPA, ADA TERORIS DI SINI

Maka berhijrah adalah satu hal, dan istiqomah dalam berhijrah adalah segala hal dalam kehidupan, itulah jihad fisabilillah ....

Maka saat mungkin hampir 28 tahun yang lalu pertanyaan itu pertama kali datang, justru dari orang tua saya sendiri, bayangkan, dari orang tua saya sendiri ... Kata bapak pada saya dari kursinya di ruang makan, "Kowe nyandang coro opo ?" (Kamu berpakaian model apa ?) Saat  beliau mendapati saya keluar dari kamar dengam hijab dan bersiap shalat tarawih .. dulu saat saya belajar mengenakan hijab. Maka sungguh hidup terasa seperti bukan milik saya lagi ...

Maka saat pertanyaan yang serupa itu kemudian kembali menghampiri, "Firlly kamu sedang apa begitu ?"  Sesungguhnya saat yang menutup aurat dihardik sementara yang membuka aurat dibiarkan ... bukankah hal ini menyedihkan ? Maka kembali hidup saya bukan milik saya lagi. Bahkan untuk beramal shalih pun saya merasa hidup saya bukan milik saya lagi ...

Dan lagi ... saat pertanyaan yang lebih tajam datang menghampiri, "Kirain siapa kok ada teroris di sini ?" Subhanallah ... sungguh, kembali saya merasa hidup saya bukan milik saya lagi, namun bila saya harus berbagi kehidupan saya namun itu menjauhkan diri saya dari ketentuan Allah dan tuntunan Rasulullah ... maka semoga Allah senantiasa menjaga diri say dalam keistiqomahan ... aamiin aamiin aamiin yaa Rabbal alamiin ...

Disebutkan bahwa sebaik-baiknya manusia adalah yang paling baik akhlaknya ...
Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain ...
Sebaik-baiknya manusia adalah yang membaca Al Quran, mempelajarinya dan mengajarkannya kepada orang lain ....

Dan pula disebutkan bahwa manusia yang paling beruntung adalah orang yang berilmu (agama) ...
Bila ia tidak berilmu maka setidaknya ia mempunyai teman-teman yang shalih dan berilmu ...
Bila ia tidak mempunyai teman yang berilmu, maka sebaiknya ia diam yang panjang ....
Maka bila ia tak juga bisa melakukan itu sebaiknya ia mati saja ....
Subhanallah ...

Dan lagi disebutkan bahwa manusia yang alim (berilmu agama) dan mengamalkannya adalah lebih baik kedudukannya dari mereka yang rajin ibadah tapi tidak memiliki ilmu (agama). Rasulullah pun menyebutkan kedudukan orang yang alim (berilmu agama) dibandingkan dengan mereka yang tak berilmu adalah sama halnya kedudukan Rasulullah dibandingkan orang yang paling rendah ilmunya di antara kalian. Dan Allah tinggikan derajat orang yang berilmu (agam) 700 derajat lebih tinggi dari mereka yang tidak berilmu ... Subhanallah ....

Dan sesungguhnya orang lain yang lebih baik amal shalihnya adalah lebih baik daripada saudara kandungmu sendiri ... Subhanallah ... yaa Rabb ... ampuni aku .


HIDUPKU BUKAN LAGI MILIKKU ...

Bagi seorang perempuan, tentu hidup seorang perempuan bukan lagi miliknya sepenuhnya melainkan milik suaminya. Karena sang suamilah yang bertanggung-jawab atas kehidupannya.

Pun saat perempuan mulai mengandung bayinya, tentu hidupnya bukan lagi miliknya seutuhnya. Perempuan itu harus berbagi kehidupan dengan bayinya sejak detik pertama calon bayi itu bersemayam dalam rahimnya.

Masyaa-a Allah ....
Demikianlah ibrah dari sebuah kehidupan. Manusia mengira hidupnya seutuhnya miliknya. Sesungguhnya manusia diwajibkan habluminannas dan habluminallah ...

Betapa pun kadang dalam hal tertentu berbagi kehidupan terasa janggal. Lebih-lebih bagi mereka yang introvert dan terbiasa menyimpan segala kesenangan dan kesulitannya untuk dirinya sendiri.

Yang sedikit agak sulit adalah bilamana terkait hal-hal yang syar'i yang belum dipahami oleh orang-orang yang berniat baik pada kita. Pun saat niat baik kita, saat sesuatu yang kita sangat jaga karena alasan syar'i dimaknai tidak sesuai harapan oleh orang-orang yang menyayangi kita, maka semoga Allah mengampuni dosa-dosa dan kekhilafan-kekhilafan kita. Aamiin aamiin aamiin yaa Rabbal alamiin ...

Sesungguhnya memang hidup kita tak sepenuhnya milik kita. Karena orang lain berhak atas sesuatu dari kita untuk kebaikannya, untuk kepentingannya beramal shalih. Begitu pun sebaliknya. Apalagi harta kita, maka dalam harta kita terdapat hak anak-anak yatim, para janda dan dhuaha yang berhak mendapatkan sebagian dari harta kita ... Masyaa-a Allah ... semoga Allah senantiasa merahmati dan memberikan hidayah kepada kepada kita, menjadikan kita istiqomah dalam hijrah kita, dan menjadikan kita kaffah dalam beramal shalih. Aamin aamiin aamiin yaa Rabbal alamiin ..

Mohon maaf lahir dan batin ...

Saturday, 23 June 2018

ADA MASANYA ....

Ada masanya pada akhirnya  mengenakan celana panjang serasa telanjang ....
Ada masanya pada akhrinya merasa sayang bila saatnya adzan berkumandang tidak ada di rumah ....
Ada masanya pada akhirnya terasa risi manakala punggung kaki tampak dalam pandangan ...
Ada masanya pada akhirnya punggung tangan tak ingin terlihat orang ....
Ada masanya pada akhirnya mendengarkan musik berasa dosa besar ....
Ada masanya pada akhirnya segala keterlambatan dalam hijrah ini penuh dengan penyesalan kenapa baru sekarang ....

Sesungguhnya hidayah itu milik Allah
Sesunggguhnya hidayah harus dikejar
Sesungguhnya hidayah itu bukan pemberian melainkan harus diupayakan ...

Thursday, 8 June 2017

HIJRAH

Hijrah ....
1. Berkerudung pendek ikat di tengkuk menjadi kerudung panjang menutup tubuh ....
2. Bercelana panjang menjadi bergamis panjang ...
3. Bertelanjang kaki menjadi berkaos kaki ....
4. Terbuka punggung tangan menjadi menutup punggung tangan ....
5. Menonton tv menjadi menyimak Al Quran Kareem channel, siaran langsung Kabah 24 jam dari Mekah Al Mukarammah ...
6. Mendengarkan radio, lagu menjadi menyimak streaming tausiah di radio ...
7. Bernyanyi menjadi sedikit demi sedikit meninggalkan bernyanyi ...
8. Berurusan dengan riba, menjadi meninggalkan kartu kredit dan riba ....
9. Bersenang-senang di media sosial menjadi syiar ....

Dulu saat mulai berkerudung bila tarawih romadhon, ayahanda bertanya, "Nyandang coro opo ..." alias berpakaian model apa ?

Dulu saat ingin menikmati berpuas hati berkerudung adalah saat pergi berlibur menumpang kereta dari Jakarta menuju Jogja. Puas rasanya, walaupun kerudungnya boleh pinjam teman kuliah, 26 tahun lalu. Masya Allah ....

Dulu saat membiasakan diri tidak bersalaman dengan ihwan di kantor dengan salam dan mengatupkan kedua tangan, assalamualaikum daku pun tidak dijawab oleh seorang pun di ruangan ....

Beruntung, daku tidak terlalu gemar bercelana panjang kecuali situasi tertentu. Bahkan 27 bulan therapy lutut belajar jalan pun daku selalu lakukan dengan gamis atau rok panjang. "Mo kondangan ke mana ...?" tanya beberapa orang, tapi daku acuhkan ....

Dulu, sejak SMP daku kerap menjuarai berbagai ajang lomba menyanyi, dari yang pop, rok hingga keroncong. Jadi bilamana saat ini daku berupaya meninggalkan itu, masya Allah godaannya ....

Dulu, berkendara mendengarkan golden love songs sungguh nikmat, apalagi dengan sound system yang baik. Semula menghentikan kebiasaan itu dan menggantinya dengan tausiah setiap kali berkendara, subhanallah ... semoga Allag menjadikan daku selalu istiqomah ...

Jihad fisabilillah sepanjang hayat di kandung badan, insyaa-a Allah ....

Sunday, 9 April 2017

say you wont let go

I found this awesome recording of "Say You Won't Let Go (Acoustic Piano)" on #Smule: http://www.smule.com/p/357904608_1179447689 #SingKaraoke